Tak dipungkiri, seiring waktu, Kota Surabaya semakin berubah, dari berbagai sisi. Jumlah penduduk, pendatang, dan kepadatan jalan raya dan pemukiman, gedung-gedung tinggi yang makin banyak menjulang, telah mengubah Surabaya yang dulunya dikenal sebagai kota panas, berdebu, dan kota industri, menjadi kota metropolis yang padat. 

Di sisi lain, kota ini makin dibuat humanis, makin indah, dan 'layak kunjung'. Setidaknya, di berbagai sudut tengah kota, kita bisa merasakan Surabaya yang tertata, yang hijau, dengan tata kota yang baik. Ikon-ikon Surabaya pun tak lagi hanya Hiu dan Buaya, namun juga taman-taman kota yang makin dikenal publik, North Quay, dan lain-lain. 

Jembatan Kenjeran dengan Latar Belakang Suramadu | Foto : Détta Priyandikawardhana
Jembatan Kenjeran dengan Latar Belakang Suramadu | Foto : Détta Priyandikawardhana

Dan kini, Surabaya punya ikon baru. Baru selesai dibangun, dan mulai beroperasi. Namanya Jembatan Kenjeran. Kenjeran adalah nama salah satu kecamatan di Surabaya yang 'membahawi' salah satunya adalah ujung Suramadu di sisi Surabaya. Jembatan Kenjeran membentang sepanjang 800 meter dengan lebar 18 meter, dan beragam fasilitas telah dibangun untuk menambah kecantikan jembatan yang latar belakangnya adalah Jembatan Suramadu ini.

Selat Bosphorus, eh..Selat Madura | Foto : Détta Priyandikawardhana
Selat Bosphorus, eh..Selat Madura | Foto : Détta Priyandikawardhana

Jembatan ini juga menyediakan fasilitas lift bagi kaum difable untuk menuju ke atas jembatan,

Area bagi pengunjung untuk berjalan kaki dan memancing dari atas jembatan serta yang tak kalah megahnya adalah air mancur menari (dancing fountain) seperti di Sentosa Island, Singapura. Air mancur menari ini akan diiringi dengan lagu 'Surabaya oh Surabaya' dan 'Jembatan Merah' sebagai musik latarnya. Kedua lagu tersebut dipilih karena sangat identik dengan Kota Surabaya.

Caption (Sumber Gambar)

Caption (Sumber Gambar)Caption (Sumber Gambar)Dancing Fountain ...keren | Foto: Budi Sugiharto Detiktravel

Mulai banyak foto-foto dan video yang menggambarkan indahnya jembatan ini, dan 'menjulukinya' Bosphorus-nya Surabaya. (Selat Bosphorus adalah selat yang membagi Turki menjadi 2 bagian, sekaligus memisahkan benua Asia dan Eropa). 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu