200 UKM Tanah Air Siap Pasarkan Produknya di Korea Selatan

200 UKM Tanah Air Siap Pasarkan Produknya di Korea Selatan

200 UKM Tanah Air Siap Pasarkan Produknya di Korea Selatan

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia mendapatkan tempat di pasar dunia. Terhitung sekitar 200 UKM yang menjadi mitra dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) siap untuk mengekspor dan memasarkan produknya di Korea Selatan.

UKM-UKM tersebut merupakan hasil seleksi LLP-KUKM dan BiC dari 1.600 UKM yang berusaha mengekspor produknya ke negeri Gingseng itu melalui Busan Indonesia Center (BiC). UKM yang masuk dalam seleksi merupakan UKM-UKM yang memiliki orientasi ekspor dan mampu menjamin kontinyuitas suplai produknya. Produk yang dieksporpun beragam seperti fashion, spa, batik, makanan ringan, home decor, sampai dengan kerajinan tangan.

Sebagaimana dilansir oleh Metrotvnews.com Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengungkapkan bahwa produk-produk UKM yang diekspor melalui BiC tersebut menjadi peluang yang baik untuk perdagangan Indonesia.

"Kalau produk-produk UKM kita masuk ke Busan, berarti produk UKM kita sudah masuk global karena dapat memenuhi permintaan masyarakat yang ada di Busan. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia," kata Zabadi Minggu (17/4/2016).

Busan Indonesia Center merupakan pusat perdagangan hasil kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang berupa gedung seluas 4.000 meter persegi. Gedung tersebut dibentuk sedemikian rupa seperti sebuah pusat perbelanjaan modern. Pusat kerjasama perdagangan ini diketuai Prof. Kim Soo-ll.

Gedung Busan Indonesia Center di Busan, Korea Selatan
Gedung Busan Indonesia Center di Busan, Korea Selatan

Zabadi menjelaskan bahwa meski LLP-KUKM memfasilitasi para UKM asal tanah air, untuk dapat memasarkan produk di BiC tetap ada biaya yang dikeluarkan. Seperti membayar biaya sewa ruang pamer yang besarannya sekitar 1,2 juta sampai dengan 1,5 juta Rupiah untuk satu bulan. Harga ini dipandang masih relatif terjangkau, bila melihat peluang pasar global yang dapat diperoleh UKM Indonesia

"Kita tidak terlalu mematok berapa produk yang harus terjual di Busan Indonesia Center. Langkah ini lebih kepada membuka akses produk UKM ke luar negeri. Kalau sudah dapat memenuhi kebutuhan luar negeri, itu sudah cukup membanggakan," jelas Zabadi.

Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia mendapatkan tempat di pasar dunia. Terhitung sekitar 200 UKM yang menjadi mitra dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) siap untuk mengekspor dan memasarkan produknya di Korea Selatan.

UKM-UKM tersebut merupakan hasil seleksi LLP-KUKM dan BiC dari 1.600 UKM yang berusaha mengekspor produknya ke negeri Gingseng itu melalui Busan Indonesia Center (BiC). UKM yang masuk dalam seleksi merupakan UKM-UKM yang memiliki orientasi ekspor dan mampu menjamin kontinyuitas suplai produknya. Produk yang dieksporpun beragam seperti fashion, spa, batik, makanan ringan, home decor, sampai dengan kerajinan tangan.

Sebagaimana dilansir oleh Metrotvnews.com Direktur Utama LLP-KUKM Ahmad Zabadi mengungkapkan bahwa produk-produk UKM yang diekspor melalui BiC tersebut menjadi peluang yang baik untuk perdagangan Indonesia.

"Kalau produk-produk UKM kita masuk ke Busan, berarti produk UKM kita sudah masuk global karena dapat memenuhi permintaan masyarakat yang ada di Busan. Ini menjadi peluang besar bagi Indonesia," kata Zabadi Minggu (17/4/2016).

Busan Indonesia Center merupakan pusat perdagangan hasil kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan yang berupa gedung seluas 4.000 meter persegi. Gedung tersebut dibentuk sedemikian rupa seperti sebuah pusat perbelanjaan modern. Pusat kerjasama perdagangan ini diketuai Prof. Kim Soo-ll.

Zabadi menjelaskan bahwa meski LLP-KUKM memfasilitasi para UKM asal tanah air, untuk dapat memasarkan produk di BiC tetap ada biaya yang dikeluarkan. Seperti membayar biaya sewa ruang pamer yang besarannya sekitar 1,2 juta sampai dengan 1,5 juta Rupiah untuk satu bulan. Harga ini dipandang masih relatif terjangkau, bila melihat peluang pasar global yang dapat diperoleh UKM Indonesia

"Kita tidak terlalu mematok berapa produk yang harus terjual di Busan Indonesia Center. Langkah ini lebih kepada membuka akses produk UKM ke luar negeri. Kalau sudah dapat memenuhi kebutuhan luar negeri, itu sudah cukup membanggakan," jelas Zabadi.

Sumber : Metrotvnews.com
Sumber Gambar Sampul :kabarbisnis.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Animasi Layar Lebar Battle of Surabaya Berjaya di Festival Film Internasional Sebelummnya

Animasi Layar Lebar Battle of Surabaya Berjaya di Festival Film Internasional

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2) Selanjutnya

Yuk! Kenal Mereka yang Masuk Forbes 30 Under 30 Asia 2020 (2)

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.