Semarang terpilih menjadi perwakilan Indonesia dalam program 100 Resilient Cities (100 RC). Program yang didanai Rockefeller Foundation itu bertujuan membantu kota-kota di seluruh dunia agar menjadi kota yang tangguh dalam menghadapi tantangan fisik, sosial dan ekonomi, serta perubahan iklim.

Dikutip dari laman 100rcsemarang.org, sebanyak 67 kota di seluruh dunia sudah terpilih mengikuti program ini oleh tim seleksi, antara lain Los Angeles, Meksiko, New Orleans, New York City, Bangkok, Mandalay, Roma, Rotterdam, Dakar, dan Durban. Dalam kerjanya, program 100 RC membantu kota menyusun dan menerapkan Strategi Ketahanan Kota.

Strategi Ketahanan Kota merupakan sebuah pendekatan terpadu untuk membangun ketahanan baik dalam menghadapi pemasalahan. 100 RC juga akan bekerja mengkampanyekan ketahanan kota ke seluruh lapisan masyarakat agar semua bagian kota mengerti tentang ketahanan kota, memahami urgensinya, dan mau berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang mendukungnya.

Wali Kota Semarang sebelumnya telah menunjuk Chief Resilient Officer (CRO) untuk menyusun Strategi Ketahanan Kota dan memetakan permasalahan-permasalahan di Kota Semarang. Permasalahan itu dikategorikan menjadi dua, yaitu guncangan dan tekanan.

Yang dimaksud guncangan adalah peristiwa yang terjadi tiba-tiba, berbahaya, dan mengancam kota, sedangkan tekanan adalah peristiwa yang melemahkan struktur kota baik sehari-hari maupun berkala. Semua pemangku kepentingan di Kota Semarang akan dilibatkan untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun strategi ketahanan kota.

Melalui program ini, Semarang berkesempatan membangun jaringan kerja sama baik dengan mitra-mitra maupun antar kota dari seluruh negara yang terlibat dalam program 100RC. Jaringan kerja sama ini berguna sebagai sarana berbagi pengetahuan, informasi, dan kesempatan berkolaborasi.

Sumber : liputan6
Sumber Gambar Sampul : kopremphoto.blogspot.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu