Kereta kesehatan pertama di Indonesia, Rail Clinic, milik PT Kereta Api Indonesia meluncur akhir Desember 2015 lalu. Terobosan PT KAI membuat layanan kesehatan di kereta terutama untuk daerah yang sulit dijangkau, diganjar rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Astrid Anindita menjadi figur penting di balik Rail Clinic.

“Saya diberi tantangan untuk membuat Rail Clinic hanya dalam waktu dua bulan. Pada umumnya satu gerbong kereta wisata dibuat dalam waktu dua bulan. Sementara, yang saya buat adalah dua gerbong kereta kesehatan dengan peralatan medis di dalamnya,” katanya.

Dokter cantik lulusan Universitas Gajah Mada tahun 2007 ini diberi kebebasan merancang desain interior gerbong kereta kesehatan berikut anggarannya. Ia harus bekerja sama dengan Balai Yasa, Direktorat Sarana yang berisikan orang-orang teknis.

Rail Clinic | BUMN.go.id
Rail Clinic | BUMN.go.id

Ia harus komunikatif dan kooperatif menyampaikan keinginannya. Wanita tangguh yang bergabung dengan PT KAI pada tahun 2012 ini akhirnya mampu menunaikan tugas berat itu. Keberhasilannya kian lengkap dengan rekor dari MURI.

astridJutaan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah terpencil sangat merindukan kedatangan Rail Clinic. Ini adalah komitmen PT KAI membantu masyarakat di wilayah yang dilalui jalur kereta namun belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, terutama yang tinggal di pedesaan.

Semangat Astrid terus menyala untuk membantu sesama tak hanya di dunia medis. Ia mengaku kagum dengan sosok dokter seperti Chairul Tanjung “Si Anak Singkong” yang mampu menjelma menjadi salah satu pengusaha ternama di Indonesia. Tak terhitung berapa banyak lapangan pekerjaan yang tercipta dari tangan dinginnya.

Ia ingin juga menjadi seseorang yang punya pemikiran luas, visioner, dan bisa membuat perubahan besar di dunia ini, terutama untuk bangsa dan negara seperti halnya yang dilakukan Dokter Soetomo. Lalu, tidak sayang stetoskopnya dilepas?

“Dokter adalah jalan saya untuk masuk kereta api. Tidak ada salahnya seorang dokter memiliki kemampuan untuk mengembangkan perusahaan. Saya seorang fast learner dan tidak menutupi diri hanya (berkarier) di bidang kedokteran semata,” katanya. 

Profil Singkat

2008-2009 Dokter Perusahaan di Riau Andalan Pulp and Paper, Sektor Hutan Pelalawan North, Pangkala Kerinci
2011-2012 Dokter umum di RS Khusus Ginjal Habibie, Bandung
2012-2013 Pelaksana Kesehatan dan Rikes, Unit Kesehatan Kantor Pusat PT Kereta Api Indonesia (Persero)
2014-2015 Manajer Kesehatan Divisi Regional 1 Sumatera Utara PT Kereta Api Indonesia (Persero)
2015-sekarang Manajer Kesehatan Daerah Operasi 6 Yogyakarta PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Jeihan Kahfi Barlian Swa.co.id 

Gambar utama :swa.co.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu