Lupa Sandi?

Wonder Woman dari Lembata

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Wonder Woman dari Lembata

Sebuah kisah inspiratif dari ujung tenggara Nusantara. Mereka berperang melawan gelapnya kemiskinan dengan menjual lampu, tungku, filter air, dalam waktu bersamaan. Satu kisah yang menguggah, wonder woman dari Indonesia Timur. Sebuah organisasi sosial membekali wanita perkasa ini untuk menjadi wirausahawati bidang mikro-sosial, dan menyebarkan teknologi sederhana namun berdampak luas ini ke lingkungannya yang membutuhkan. 

----

Saya bertemu dengan Ibu Rovina Surat pada akhir 2014. Hidup di salah satu kawasan paling kering di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, sudah cukup berat baginya, namun tantangan dan rintangan  tak berhenti hanya di kekeringan dan kegagalan panen selama bertahun-tahun. 

Ibu Rovina adalah seorang single mother dengan 2 anak perempuan. Dia tinggal di sebuah ruang kecil di rumah saudaranya sejak suaminya meninggalkannya pada 2012, dan tak pernah kembali hingga kini. Itulah titik terberat dalam hidupnya. 

Caption (Sumber Gambar)
 

Untuk membiayai dan membesarkan kedua anaknya, Ibu Rovina berkreasi dengan berbagai cara, mulai dari menyewakan motor tuanya ke para tetangga, mengumpulkan madu dari hutan, hingga berburu cumi-cumi dan teripang dengan tombak. Begitu gigihnya wanita ini. Meski begitu, dia masih punya mimpi yang takkan bisa terwujud dengan aktifitasnya itu. 

  

Mimpi Sederhana

Pada 2014, dia bergabug dengan program Wonder Woman yang digagas oleh Kopernik, untuk mewujudnya mimpinya yang sederhana, yakni membangun rumah mungil untuk anak-anaknya. 

Di setiap kesempatan, dia secara antusias bercerita tentang sebuah lampu bertenaga surya yang sederhana, yakni d.light S300, yang selalu dibawanya saat berburu cumi-cumi menjelang fajar.

Caption (Sumber Gambar)
 

Aktifitasnya ini menarik perhatian banyak orang, dan ternyata menjadi promosi tersendiri tanpa dia sadari. Dari situlah, dia mulai bisa menjual lampu-lampu berenergi surya itu dalam jumlah yang menggembirakan. dalam waktu 1.5 tahun, Ibu Rovina sudah mempunyai cukup uang untuk mulai membangun rumah impiannya. Pada Juni 2015, rumahnya telah jadi dan siap huni!

Rumah ini memang sederhana, terbuat dari batu bata dan bambu. Yang tak 'sederhana' adalah pemandangannya. Rumah ini menghadap Laut Flores yang indah, pegunungan, dan sunset yang luar biasa. 

Melihat Ibu Rovina berdiri bahagia di depan rumahnya saat menjelah sunset, adalah kenangan yang selalu membuat saya tersenyum bahagia. 

Dia adalah inspirasi

Seorang warga di desanya mengatakan betapa dia bangga akan Ibu Rovina, yang telah berhasil bertransformasi dari seorang janda yang dilanda kesedihan, menjadi seorang wanita yang menginspirasi warga lain. "Berkat dia, desa ini tak lagi gelap gulita" lanjutnya. 

Ketika ditanyakan apa mimpi selanjutnya, Ibu Rovina menjawab bahwa ia ingin membangun toko kelontong, yang menjual kebutuhan sehari-hari. "Saya dulu menyimpan uang di kotak sabun, dan menyimpannya di bawah tanah. Kini saya sudah mempunyai rekening bank, dan saya akan terus menabung agar mimpi kedua saya ini terwujud. 

Melihatnya berkembang dan berhasil melalui jalan panjang, dan kini menjadi wonder woman, adalah salah satu yang paling menginspirasi dari program Ibu Inspirasi dari Kopernik. 

Wirausaha Micro-social

Ibu Rovina adalah satu dari ratusan wonder woman lain dalam program pemberdayaan wanita menjadi wirausaha di bidang clean energy, seperti lampu tenaga surya, tungku yang lebih bersih, dan saringan air untuk berbagai kawasan-kawasan miskin di Indonesia. 

Ada permintaan dan kebutuhan yang besar akan teknologi-teknologi sederhana ini, terutama di Indonesia timur, dimana akses akan energi yang murah dan terjangkau masih menjadi tantangan. Inilah inisiatif Kopernik yang menarik, yakni membekali para wanita menjadi wirausaha yang bergerak di bidang clean energy, selain memberikan pendapatan bagi para wanita tersebut, juga bermanfaat bagi lingkungan. Tak perlu lagi para penduduk desa mengumpulkan kayu bakar, membeli minyak tanah yang cukup mahal, merebus air, atau membeli air mineral yang mahal. Mereka berkesempatan menikmati kesehatan dan keamanan hidup yang lebih baik. 

Lihatlah videonya, menggugah bukan?

Tekad besar wanita-wanita luar biasa ini dalam menghidupi keluarga dan lingkungannya, juga dengan senyum dan tawa mereka meski di tengah berbagai rintangan, membuat mereka tak hanya para Wonder Women, tapi juga orang-orang yang paling inspirasional yang akan kita temui. 

Yuk ikut menjadi relawan. Join its volunteering programme.

===

Content provided by Our Better World 

Caption (Sumber Gambar)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara