Sumber : Nurma Yunita
Sumber Gambar : Nurma Yunita

Hong Kong—kesempatan bekerja dan bersekolah didapat oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Dengan terselesaikannya proses pendidikan, mereka berkesempatan bersaing di dunia kerja profesional.

 

“Pendidikan adalah hak setiap orang, tak ada yang mampu merenggutnya. Indonesia tempat mereka kembali, memeluk keluarga serta membangun Ibu pertiwi. Mereka kembali bukan untuk diikat dan dihentikan ataupun dibatasi geraknya tetapi untuk diuji integritasnya.” Tutur Fajar Kurniawan – Direktur Bintang Nusantara sekaligus dosen di Saint Mary’s University usai pertemuan dengan Mahasiwa yang telah lulus, di kantor KCP Holdings, Wing Lok Street, Sheung Wan – Hong Kong. Minggu (24/4).

 

Sebanyak 168 siswa telah melaksanakan  prosesi wisuda, dengan 159 peserta dari Pekerja Migran Indonesia. Acara berlangsung pada Minggu, (17/4), di Jockey Club Lecture, Olympic House – Causeway Bay, Hong Kong. Dengan dihadiri oleh Civitas Akademika dari Saint Mary's University of Philipine, Priyanto Wibowo - Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Beijing. Dan Hong Kong Community for Indonesian Studies (HKCIS).

 

Dalam sela acara yang berlangsung sejak jam 2 p.m itu telah diberikan penghargaan kepada 6 (enam) siswa yang diterbitkan oleh kampus pusat Saint Mary’s University of Philipine. Yang merupakan  wujud prestasi para lulusan dengan membantu pelaksanaan administrasi, serta bimbingan kepada siswa di Hong Kong. Ini merupakan salah satu bukti bahwa pekerja informal mampu bersaing di sektor formal.

 

(Acarawisuda Saint Mary’s University Hong Kong Campus di Gedung Olympic House, Causeway Bay dihadiri oleh tamu undangan)

 

“Atase Pendidikan Indonesia telah memberi apresiasi kepada warga Indonesia yang berjuang dan belajar di Hong Kong, untuk membangun Indonesia. Beliau bersedia membantu sesuai kapasitasnya.” Ungkap Fajar Kurniawan.

 

Fajar Kurniawan menambahkan, “Pihak kampus bersedia memberi surat rekomendasi kepada siswa secara  personal untuk kepentingan bekerja ataupun untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Seperti yang telah diberikan kepada Efi Sugianti, BSEM. Ia merupakan alumni Saint Mary’s University yang telah bekerja di HSBC Jakarta, Indonesia.”

 

Dari data tahun 2015, warga Indonesia di Hong Kong mencapai 170.000 orang. Diantaranya 153.000 orang bekerja sebagai PMI. Dengan 0.3% telah menyadari pentingnya pendidikan dengan bersekolah, maka Fajar Kurniawan ingin ikut andil dalam memperbaiki percepatan perbaikan sumber daya manusia.

 

Harapan Fajar Kurniawan sebagai pendidik, agar pemerintah maupun lembaga pendidikan yang dituju para alumni untuk melanjutkan kejenjang selanjutnya, dapat mempermudah prosesnya. Dan untuk para alumni, bersiaplah dengan persaingan dunia kerja, jika gagal pada satu kesempatan maka mencoba dibidang lainnya tanpa mudah putus asa.



Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu