Dan sebesar US$ 25 juta siap disuntikkan kepada sejumlah perusahaan rintisan (start up) di Indonesia tahun ini. Seiring dengan itu, perusahaan modal ventura tersebut segera beroperasi penuh di pusat industri teknologi informasi (TI) tersohor di dunia, Silicon Valley, Amerika Serikat. 

Itulah modal ventura PT Telkom Indonesia lewat PT Metra Digital Inovasi atau MDI Ventures

Saat ini, MDI Ventures sudah memiliki kantor operasional di Sunnyvalle, California dan Jakarta untuk mencakup jangkauan global. Peluncuran secara resmi ini dilakukan Telkom untuk memantapkan posisi sebagai salah satu corporate venture di Asia.

Secara fisik kantor di Silicon Valley sudah ada. Presiden Joko Widodo pernah bertandang ke sana. Tapi aktivasi penuh akan segera dilakukan. Di sana ada perwakilan dari Telkom dan para ahli modal ventura.

Sesuai rencana, MDI Ventures fokus ke beberapa sektor di industri digital, seperti digital advertising, payment solutions, cloud computing, big data, media services, digital life, mobile apps, e-Commerce, forms of future communications, dan internet of things. Beberapa start up sudah menjadi portofolio dari MDI Ventures, seperti Ematic dan Yesboss.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo mengatakan, perseroan berencana mengakuisisi lima sampai enam start up yang akan dikucurkan pendanaan. Para start up ini akan dilatih oleh para ahli dari Silicon Valley, sehingga mampu memiliki keahlian dengan standar global.

MDI Ventures, lanjut dia, juga mengundang korporasi lain yang juga telah masuk atau sedang menjajaki untuk masuk ke industri teknologi dan berinvestasi di start up.

MDI Ventures
MDI Ventures

“MDI Ventures percaya semakin banyak korporasi yang masuk ke industri start up dapat menjadi sokongan yang kokoh untuk membawa start up ke tingkat lanjutan di luar dari dukungan yang diberikan pemodal ventura institusional non-korporasi,” jelas dia.

Saat ini, Telkom tercatat menjadi emiten telekomunikasi paling bernilai di Asia Tenggara . Telkom yang memiliki brand value senilai US$ 2,62 miliar telah mempertahankan posisi tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Belum lama ini, lembaga konsultan merek internasional, Brand Finance dalam laporan terbarunya Brand Finance Telecoms 500 Indexs menyebut, posisi Telkom naik ke ranking 48 dari 50 pada tahun lalu. Rating Brand Strength perseroan juga meningkat dari sebelumnya AA+ menjadi AAA-. Ini berarti berarti Telkom telah mempertahankan pangsa pasarnya meskipun mengalami banyak tekanan.

Telkom berhasil melampaui posisi emiten telekomunikasi papan atas di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, Singapore Telecommunications Ltd (SingTel) berada di posisi 51, naik dari 61 pada tahun lalu. SingTel memiliki brand value US$ 2,41 miliar dengan brand rating AA.

Philippine Long Distance Telephone Company (PLDT) menempati posisi 64, naik dari 73 pada tahun lalu. PLDT membukukan brand value US$ 1,75 miliar dengan brand rating AA-. Lalu, Telekom Malaysia menduduki posisi 85, naik dari 87 pada tahun lalu. Telekom Malaysia mencetak brand value US$ 1,10 miliar dengan brand rating AA.

Sepanjang tahun 2015, Telkom membukukan pendapatan Rp 102,47 triliun, tumbuh 14,24 % dibandingkan 2014 sebesar Rp 89,7 trilliun. Dengan pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dibanding rata-rata industri, Telkom mampu membukukan laba bersih Rp 15,49 triliun, melonjak 7% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan dari sisi EBITDA, pencapaian pada 2015 sebesar Rp 51,42 triliun, melesat 12,6% dari 2014 yang sebesar Rp 45,67 triliun.

Pertumbuhan pendapatan operasi dipicu dari pos pendapatan data, internet, dan IT services yang meningkat 37,5% menjadi Rp 32,69 triliun pada 2015. Pendapatan ini dikontribusi peningkatan yang signifikan pada jumlah pelanggan layanan broadband baik fixed maupun mobile.

Tahun lalu, jumlah pelanggan fixed broadband Telkom tercatat mencapai 3,98 juta pelanggan, tumbuh 17,2% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tersebut termasuk pelanggan IndiHome yang mencapai di atas 1 juta pelanggan baru. Sementara pelanggan mobile broadband mencapai 43,79 juta pelanggan, tumbuh 40,3% year on year (yoy). Pada bisnis seluler, Telkom masih menjadi pemimpin pasar dengan jumlah pelanggan mencapai 152,64 juta yang berarti tumbuh sebesar 8,6% (yoy).

Investor Daily

Farid Nurfaizi/MHD

Investor Daily

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu