8 Keunikan Rumah Limas ini Akan Membuat Anda Makin Cinta Budaya Negeri

8 Keunikan Rumah Limas ini Akan Membuat Anda Makin Cinta Budaya Negeri
info gambar utama

Jika Anda memiliki uang Rp 10.000 perhatikanlah gambar rumah yang ada di sana. Sebuah rumah panggung kayu dengan bentuk atap berupa limas akan Anda temukan.

Jika penasaran dengan bentuk aslinya maka Anda dapat berkunjung ke Palembang tepatnya di Museum Balaputera Dewa. Di museum tersebut, Anda bisa menjumpai Rumah Limas yang menjadi gambar di lembaran uang nominal Rp 10.000. Berikut ini 8 keunikan Rumah Limas tersebut:

1. Umurnya 300 tahun

Rumah Limas di Museum Balaputera Dewa jadi yang paling bersejarah di Palembang. Rumah ini usianya sudah mencapai 300 tahun dan masih terawat dengan baik hingga sekarang.

2. Yang masih asli hanya ada di Museum Balaputera Dewa

Anda mungkin menemukan Rumah Limas lainnya selain di Museum Balaputera Dewa saat melancong ke Sumatera Selatan. Tapi Rumah Limas yang masih terjaga keasliannya hanya ada di museum tersebut. Hanya saja, beberapa isi bagian rumahnya sudah dipindahkan ke TMII.

3. Punya tiga fungsi

Pertama untuk menghindari banjir, lalu juga untuk menghindari serangan binatang buas. Terakhir, biasanya dibagian bawah Rumah Limas dilangsungkan kegiatan membuat makanan.


Kalau diperhatikan, Rumah Limas memang bertipe rumah panggung. Ketiga fungsinya bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman para penghuni di dalamnya.

4. Bagian dalam yang bertingkat, tapi bukan menandakan kasta

Bagian dalam Rumah Limas terdiri dari tiga tingkat. Namun, hal itu bukan menandakan suatu kasta tertentu. Rumah Limas memang bertingkat-tingkat. Tapi itu bukan untuk menentukan kasta, melainkan biasanya yang di bawah itu letaknya untuk anak muda dan di atas orang tua.

5. Pernah didatangi Ratu Beatrix dan Pangeran Willem

Keunikan Rumah Limas ternyata mencuri perhatian turis mancanegara. Buktinya, beberapa tamu kehormatan negara pernah datang ke rumah ini seperti Ratu Beatrix dan anaknya yang bernama Pangeran Willem sekitar tahun 1993.

6. Memiliki Banyak Filosofi

Rumah tradisional ini punya banyak filosofi. Contohnya di bagian atap, ada ornamen berbentuk seperti tanduk kambing. Kalau jumlahnya 5 itu perlambang rukun Islam, 6 rukun iman, 4 sahabat nabi, 3 itu matahari bintang dan bulan, 2 adam dan hawa.

Selain itu ada filosofi lain di Rumah Limas. Bagian teras rumah biasanya dikelilingi pagar kayu berjeruji yang disebut tenggalung. Makna filosofis di balik pagar kayu itu adalah untuk menahan supaya anak perempuan tidak keluar dari rumah.

7. Seluruh bangunan terbuat dari kayu

Bangunan Rumah Limas ini secara keseluruhan terbuat dari kayu. Untuk pondasinya digunakan kayu ulin yang jika semakin terendam air maka akan semakin kuat. Sementara untuk bagian rumah lainnya terbuat dari kayu meranti, trembesi, serta kayu mahoni.

8. Dibangun tanpa menggunakan paku

Rumah ini dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi pakai pasak, bisa dibongkar pasang. Semula rumah ini didirikan oleh bangsawan Palembang bernama Pangeran Syarif Abdurrahman Al Habsi di tahun 1836. Tapi akhirnya rumah ini dijadikan museum dan diberi nama Museum Rumah Bari. Sebelum di sini lokasinya ada di belakang Kantor Walikota Palembang.

Itulah 8 keunikan Rumah Limas di Palembang, semoga makin membuat Anda makin cinta budaya negeri ini ya :)

Sumber:

endroen.blogspot.co.id

travel.detik.com

adewaych.blogspot.co.id

Sumber Gambar:

www.cnnindonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini