PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengaku telah melakukan digitalisasi terhadap 2.266 kampus di Indonesia.

“Tahun ini target kita tiga ribu kampus bergabung dalam program Indonesia Digital Campus (IndiCampus). Laporan terbaru dari pasukan, sudah 2.266 kampus bergabung. Diluar dugaan animonya kencang sekali,” ungkap Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin, kemarin.

IndiCampus telah dijalankan Telkom sejak 2014 dimana ambisinya ingin mempercepat terpenuhinya prasyarat World Class Campus di seluruh kampus di Indonesia dimana salah satu indikatornya adalah dapat menyediakan throughput bandwidth broadband akses sebesar 5 (lima) kbps/mahasiswa.

Dalam standar ini, kampus dengan 1.000 mahasiswa idealnya harus memiliki bandwidth di kampusnya paling tidak sebesar 5 Mbps. Rata rata kampus yang dilayani dalam program IndiCampus adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada tersebar di daerah daerah di seluruh Indonesia.

“Kemajuan sebuah kampus saat ini kerap kali diukur dengan aksesibilitas kampus tersebut, dan hal ini telah dapat dinilai dengan konsumsi bandwidth kampus yang bersangkutan. Inilah alasan IndiCampus kita genjot,” ungkapnya.  

Adapun program utama dari IndiCampus adalah Telkom Group akan memberikan layanan nilai tambah untuk kampus-kampus berupa peningkatan  infrastruktur, smart building/kampus, SIA, QJurnal, Wifi.id SSO, Payment Gateway, Digital Class/Lab, Distance Learning, Campus Hub, dan lainnya. 

Sebelumnya, Telkom telah menguasai pasar broadband di hampir 50 kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia dengan konsumsi bandwidth sebesar 60 Gbps. Pendapatan Telkom di segmen ini hampir menembus angka Rp 200 miliar waktu 2014 lalu.(id)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu