Napak Tilas Kapal Majapahit Menuju Jepang

Napak Tilas Kapal Majapahit Menuju Jepang

Napak Tilas Kapal Majapahit Menuju Jepang

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Memaknai semangat Majapahit, sebuah kapal buatan Madura akan berlayar menuju negeri matahari terbit, Jepang. Pelayaran tersebut dilakukan dalam rangka lanjutan Ekspedisi Spirit of Majapahit yang akan melakukan napak tilas Mahapahit ke negeri tersebut pada abad 13.

"Rencananya akan dilepas paling lambat pekan ini. Kami tinggal menunggu kesiapan beberapa hal, tapi dipastikan tidak lewat dari minggu ini," kata Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin seusai peluncuran Ekspedisi Spirit of Majapahit di Jakarta, Senin seperti dilansir oleh Kantor Berita ANTARA.

Safri menjelaskan, replika kapal Majapahit itu dibangun sejak 2009 di Madura, Jawa Timur, dan sejak 2010 sudah dilepas berlayar. Namun, kapal harus kembali lantaran tiupan badai topan di Filipina. Rencana pelayaran ke Jepang pun juga gagal di tahun 2011 akibat becana gempa dan tsunami saat itu. Di tahun 2012 ekspedisi sempat ditunda kembali akibat pemerintah Jepang belum siap untuk menerima kedatangan kapal ini. Hingga kemudian tahun 2016 ini, pemerintah Jepang bersedia untuk menerima.

Pelayaran dengan kapal yang memiliki ukuran panjang 20 meter dan lebar 4,5 meter dan berkapasitas 12 orang tersebut direncanakan akan memakan waktu dua sampai tiga bulan dengan rute mulai dari Jakarta menuju Pontianak, melalui tepi Selat Karimata, lalu menyusup ke pantai barat Kalimantan sampai ke Brunei Darussalam. Lalu dari Brunei lanjut ke arah utara sampai Manila. Dari Manila sampai ke Taiwan Selatan, dan langsung ke Okinawa lalu kemudian merapat ke Tokyo untuk dimuseumkan.

Ekspedisi Spirit of Majapahit akan meliputi menyusuri rute-rute Kerajaan Majapahit ke Jepang, dan menjadikan kapal layar tersebut sebagai simbol dari semangat maritim Majapahit dan menjadi monumen di Jepang.

Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengaku salut dengan konsep ekspedisi ini. Selain karena desain kapalnya dibuat semirip mungkin dengan yang dimiliki Majapahit pada 8 abad silam, ekspedisi ini juga memberikan simbol bahwa Indonesia adalah negeri yang akan membuktikan bahwa kejayaannya berada di laut.

Sumber : ANTARA
Sumber Gambar Sampul : cnnindonesia.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli20%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Jaket Anti Ngantuk Karya Mahasiswa Indonesia Jadi Juara di Malaysia Sebelummnya

Jaket Anti Ngantuk Karya Mahasiswa Indonesia Jadi Juara di Malaysia

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia Selanjutnya

Hobbit dan Mata Menge, ‘’Manusia Purba’’ Flores yang Menyulut Perdebatan Arkeolog Dunia

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.