Lupa Sandi?

Semangat tak Terbatas Meski dalam Keterbatasan

Inspiring Youth Educators
Inspiring Youth Educators
0 Komentar
Semangat tak Terbatas Meski dalam Keterbatasan

Surabaya, 30 april 2016 menjadi hari yang menarik dan tak bisa dilupakan begitu saja oleh para peserta Talkshow Inspiratif with IYE yang diadakan di SMPLB - SMALB Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB). Sebanyak 78 peserta meramaikan acara ini, terdiri dari siswa SMPLB - SMALB, berbagai komunitas dan masyarakat umum antusias mengikuti acara talkshow inspiratif. Pada acara ini menghadirkan 2 pembicara keren dan istimewa yakni Akhyari Hananto dan Taufiq Effendi. Dua-duanya istimewa dan dua-duanya keren. Akhyari Hananto merupakan Founder dari Good News From Indonesia sedangkan Taufiq Effendi merupakan tunanetra peraih 8 beasiswa luar negeri (Malaysia, Jepang, Inggris, Scotland, Belanda, Amerika Serikat dan Australia).

Akhyari Hananto, menceritakan tentang pesona alam indonesia serta putra-putri bangsa yang berhasil meraih prestasi internasional. Diceritakan BJ. Habibie yang berhasil membuat pesawat dengan teknologi terbaru pada zamannya. Alat pemadam kebakaran yang terkenal di eropa ternyata buah tangan orang Indonesia. Penyampaian ini membuat Sarah (Siswa SMPLB YPAB) yang merupakan peserta talkshow inspiratif berdecak kagum, "wow, Indonesia hebat!"

Sedangkan, Taufiq Effendi menceritakan dari sisi pengalamannya sendiri yakni berjuang tiada henti disertai dengan ketekunan dan keistiqomahan belajar mampu mengantarkan Taufiq mendapatkan 8 beasiswa luar negeri. Dengan keterbatasannya sebagai seorang tunanetra, beliau berhasil mendapatkan 3 gelar dari akademiknya yakni S.Pd, M.Pd., M.TESOL. Profesinya sekarang adalah sebagai dosen di UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Gunadarma. "tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha terus dan dijalankan secara istiqomah, insya Allah apa yang kita impikan akan berhasil" kata dosen tunanetra sejak 10 tahun tersebut.

Selepas talkshow inspiratif, para peserta diajak berkeliling di SMPLB - SMALB YPAB mengunjungi UKS, asrama putra/i yang dilanjut ke ruang musik. Di sini banyak yang berdecak kagum karena peserta diperlihatkan anak-anak tunanetra bermain drum, piano, bass, gitar dan vokal. Semua peserta teriak "wow", kok bisa ya mereka (penyandang tunanetra) bisa main alat musik dengan baik dan benar.

Baca Juga

Kunjungan selanjutnya adalah lab komputer, disini para peserta dapat melihat siswa YPAB mengoperasikan komputer dalam kondisi tunanetra dan melihat pengoperasian mesin printer braille bekerja. Perjalanan belum usai, dilanjutkan dengan mengunjungi perpustakaan yang berisi koleksi-koleksi buku braille yang termasuk ada Al Qur'an Braille secara lengkap dari juz 1-30. Dan destinasi terakhir ditutup dengan penampilan siswa tunanetra YPAB bermain tenis meja versi tunanetra dan catur versi tunanetra.

Penulis : Mustofa Sam
Sumber Gambar : Dokumentasi Panitia
Sumber Gambar : Dokumentasi Panitia

Editor yf/gnfi (04/05/2016)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG INSPIRING YOUTH EDUCATORS

Komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dengan sasaran permasalahan pendidikan yang terjadi di sebuah daerah. Fokusnya adalah mengajak pemuda untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara