Lupa Sandi?

Mahasiswa Indonesia Ini Menjadi Penghafal Berprestasi di Arab Saudi

Renatha Agung Yoga Prasetya
Renatha Agung Yoga Prasetya
0 Komentar
Mahasiswa Indonesia Ini Menjadi Penghafal Berprestasi di Arab Saudi

Mahasiswa Indonesia asal Solo Jawa Tengah Aris Syaifuddin, tampil sebagai juara umum hafalan matan tingkat Mujtahid yang diadakan fakultas Syariah Universitas Islam Madinah.

Mahasiswa semester 2 fakultas Syariah ini berhasil mendapatkan predikat A+ dalam ujian matan yang dilaksanakan pada 4 hari sebelumnya.

Hadiah dan medali diserahkan langsung oleh dekan Fakultas Syariah Prof. DR. Muhammad Bin Abdullah Az Zahim di aula fakultas Syariah siang tadi.

Ini merupakan puncak dari semenjak dibukanya acara perlombaan, peserta menghafal materi yang ditentukan selama 2 semester dan diujikan setiap akhir semesternya. Sedangkan untuk tingkat mujtahid merupakan tingkat tertinggi setelah tingkat mubtadi' dan muqtasid.

Baca Juga

Aris berhasil menyisihkan peserta dari berbagai negara lainnya.

Sebagai hadiah mahasiswa alumni pesantren Ibnu Abbas As-Salafy Sragen ini mendapatkan uang tunai sebesar 7000 SR atau sekitar Rp. 25jt.

Abdul Khair Rahmat ketua angkatan 2015 mengapresiasi hal itu.
"Makin mengharumkan nama Indonesia di Universitas Islam Madinah." Ungkapnya.

"Semoga amalan ini ikhlas untuk Allah semata dan sebagai penyemangat bagi kawan-kawan." Ungkap Aris dalam eforia kegembiraannya.

Berikut daftar matan untuk tingkatkan Mujtahid yang harus di hafalkan:
1. Bulughul Maram
2. Zadul Mustaqni
3. Alfiyyah Ibnu Malik
4. Maraqi Su'ud
5. Kitabut Tauhid
6. Nukhbatul Fikar



Sumber : PPMI Arab Saudi
Sumber Gambar Sampul : PPMI Arab Saudi

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RENATHA AGUNG YOGA PRASETYA

Faith, Courage, Honesty, and Passion

... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie