Lupa Sandi?

Savira Lavina, Rancang baju Dari Novel Filsafat

Jihan Fauziah
Jihan Fauziah
0 Komentar
Savira Lavina, Rancang baju Dari Novel Filsafat

SURABAYA - Apa jadinya, jika cerita dalam sebuah novel dituangkan dalam satu rancangan busana. Itulah yang dilakukan Savira Lavina (24 tahun), designer muda asal Jakarta. Hampir di setiap karyanya dia selalu berusaha memberikan cerita apa dibalik karyanya itu. Termasuk karya yang ditampilkan dalam Surabaya Fashion Parade 2016 mulai 11-15 Mei 2016, kali ini karya Savira terinspirasi dari novel Utopia karya Thomas More.

“Ada perenungan sendiri dari buku itu,” kata Savira dalam acara Surabaya Fashion Parade 2016, di Tunjungan Plaza Surabaya, Sabtu, 14 Mei 2016.

Di dunia nyata pada masa Renaisans, keindahan dalam pemerintahan merupakan suatu hal yang utopis atau mustahil. Sedangkan yang membuat Savira tertarik dari novel itu adalah, More mampu mewujudkan keindahan suatu negara dalam imajinasi yang dituangkan dalam novelnya. Kestabilan politik, kerukunan antar manusia bisa diwujudkan pada  Negara yang dikonsep More dalam novelnya.

“Dari novel itu, saya merefleksikan, keindahan itu sebenarnya ada, ya berasal dari diri sendiri yang paling dalam, hati,” kata Savira sambil menunjuk dadanya dengan tersenyum.

Baca Juga

Sedangkan, jika direfleksikan dalam bumi, kata Savira, hal yang paling dalam dari bumi adalah laut. Jadi, ketenangan dan kesederhanaan laut yang akan bercerita dalam karyanya kali ini. Savira menunjukkan ornamen laut seperti hewan dan tumbuhan pada baju yang sudah digunakan oleh salah satu model. Bentuk baju pun juga disesuaikan dengan gelombang laut. Disamping itu, yang paling dia suka adalah drapingpada leher. Sedangkan warna, untuk fashion show kali ini dia mengaku lebih mengikuti tren.

“Hitam putih, abu-abu, coffe, dan mix siluet,” ujarnya.

Selain menuangkan kisah dari novel Thomas More, Savira juga terinspirasi dari ubur-ubur di Pantai daerah Kalimantan. Disana dia menemukan ubur-ubur yang sudah beradaptasi ribuan tahun. Awalnya, kata dia, ubur-ubur bisa menyengat manusia namun setelah mencoba bertahan hidup dalam laut, ubur-ubur itu sudah tidak menyengat lagi.

Caption (Sumber Gambar)

“Intinya, setelah survive dan nyaman dengan diri sendiri, malah ingin berbuat lebih baik dengan orang lain,” kata Savira menjelaskan filosofi ubur-ubur.

Dalam karyanya, ubur-ubur itu diaplikasikan pada lengan baju yang menggelambir seperti kaki ubur-ubur. Beberapa juga diaplikasikan pada rok dan celana. Bentuknya pun, lebih tiga dimensi dari pada rancangannya yang terinspirasi dari novel More.

Surabaya Fashion Parade 2016, merupakan ajang Fashion Show terbesar di Jawa Timur yang diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati ulang tahun Kota Surabaya. Dengan tema, Vismaya Navamika, Fashion Show kali ini, juga mengangkat keragaman batik Jawa Timur. Karya kalaborasi antara designer dengan Asosiasi Pengrajin Batik Jawa Timur, sudah ditampilkan pada pembukaan di hari pertama.

SITI JIHAN SYAHFAUZIAH



Sumber : 
Sumber Gambar Sampul : Sadikin Gani / theactualstyle.com

Label:
Fesyen
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG JIHAN FAUZIAH

If you have something good can not write, call me! I'm so happy if I can write your story.... ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara