Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Transformasi Membanggakan di Tanah Para Pahlawan

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Transformasi Membanggakan di Tanah Para Pahlawan
Transformasi Membanggakan di Tanah Para Pahlawan

Pada suatu hari, saya bercengkerama dengan serombongan turis dari Belanda yang sedang duduk-duduk di sebuah taman di tengah deru di hari minggu, di kota yang kini saya tinggali, Surabaya. Saya mendekati mereka untuk sekedar bertanya tentang apa yang mereka lakukan waktu itu, karena saya melihat sesuatu yang unik. Mereka berkumpul mengitari seseorang dari kawan mereka yang membuka-buka...album foto lama, dan kemudian bergantian melihat ke laptop yang dipegang seorang kawan mereka yang lain.

Rupanya, mereka sedang mengelilingi beberapa kota di Indonesia, dan Surabaya adalah tujuan mereka pertama. Tujuannya menarik...membandingkan foto yang mereka ambil pada awal 1990-an, awal 2000-an, dan gambar-gambar yang baru saja mereka kumpulkan lewat kamera digital. Waktu itu bulan January tahun 2015.

Mereka sangat berbahagia ketika saya bergabung dan ikut menikmati keceriaan mereka. "The transformati0n in Surabaya is stunning", kata seorang dari mereka. Lalu mereka menunjukkan foto-foto lama yang menunjukkan sisi-sisi Surabaya yang tidak teratur, semrawut, berdebu, dan seolah tak dirawat. Lalu mereka menunjukkan foto-foto terbaru, dan memang, kondisinya sangat jauh berbeda.

Saya tidak lahir dan besar di Surabaya. Saya lahir dan besar di Jogja dan baru pindah ke Surabaya pada akhir 2009. Bahkan dari tahun 2009 hingga kini pun, saya melihat perubahan besar Surabaya. Tak hanya dari taman-taman kota yang kini menghiasi berbagai sudut kota para pahlawan ini, namun juga dari infrastruktur yang makin tertata, tata kota yang terus diperbaiki, dan layanan publik yang makin baik. Tujuh tahun, dan saya merasakan perbaikan dari waktu ke waktu.

Baca Juga

Caption Gambar, Sumber Gambar

Transformasi ini bukan hanya karena tangan dingin Bu Risma, sang walikota yang begitu dicintai warganya (di pilkada terakhir, beliau memenangkan lebih dari 80% suara pemilih), namun yang paling terlihat adalah sinergi, dan keberlanjutan. Sinergi pemerintah, warga, media massa, komunitas-komunitas anak muda, innovator, para pemuka agama dan pemimpin masyarakat, ditambah lagi dengan sentuhan-sentuhan teknologi, telah mengubah reputasi Surabaya yang dulu dikenal gersang, kotor dan berdebu, menjadi kota yang hijau, bersih, dan teratur.

Dan bagi saya, yang sangat membahagiakan adalah melihat (dan merasakan sendiri) betapa rasa bangga menjadi warga Surabaya sangat terlihat muncul dari semua kalangan. Kebanggaan yang tentu saja berasalan, mengingat kotanya tak hanya berhasil bertransformasi, namun juga berprestasi tingkat dunia. Kebanggaan-kebanggaan ini memunculkan harapan akan keberlangsungan dan keberlanjutan visi Surabaya untuk menjadi kota yang maju dan humanis.

Taman-taman penghias Surabaya

Kebanggaan-kebanggaan ini juga memunculkan sebuah kesamaan gerak untuk tak mentolelir hal-hal negatif yang bisa merusak wajah dan reputasi Surabaya yang sudah baik, dan menjaganya bersama-sama untuk tetap indah, tetap berprestasi, dan tetap membanggakan.

Memang masih banyak pekerjaan yang belum selesai, dan tentu ini memunculkan banyak ketidaksabaran. Kita harus mulai terbiasa dengan hal ini, terbiasa untuk tidak sabar melihat progres dengan kecepatan yang tidak selalu seperti harapan kita. Ini terjadi di mana saja.

Jembatan Kenjeran

Seperti kata Johan, yang sedang memperlihatkan foto jembatan kenjeran yang indah di sisi utara Surabaya, dia mengatakan bahwa suatu kota, bahkan negara, tidak pernah selesai untuk memperbaiki diri. Dan Surabaya sedang bertransformasi dengan cepat dan membanggakan.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata