Provinsi ini Deklarasikan Diri Sebagai Provinsi Bersih Postitusi

Provinsi ini Deklarasikan Diri Sebagai Provinsi Bersih Postitusi
info gambar utama

Masalah sosial seperti prostitusi tampaknya masih menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Provinsi yang beribu kota Surabaya tersebut menyatakan sebagai daerah bersih dari prostitusi sebagai bentuk perhatian pada masyarakat Jatim. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat meresmikan penutupan lokalisasi prostitusi terakhir di Jatim yang berada di Kota Mojokerto hari ini.

Seperti dilansir oleh Republika.co.id, deklarasi status bersih prostitusi tersebut diadakan bersamaan dengan peringatan Hari Jadi kota Mojokerto yang ke-98.

“Pada hari ini dengan deklarasi Kota Mojokerto bersih dari prostitusi, merupakan deklarasi penutupan lokalisasi terakhir di Jawa Timur. Dengan demikian dapat dinyatakan Provinsi Jawa Timur bersih dari prostitusi,” ucap Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

Pakde Karwo pada kesempatan yang sama juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada forum pimpinan daerah, para ulama, tokoh agama, IDAI (Ikatan Dai Area Lokalisasi), para pengusaha hotel, para pemilik usaha kos-kosan serta masyarakat umum yang telah sepakat dan bertekad secara bersama-sama untuk menciptakan Kota Mojokerto dan Provinsi Jawa Timur bersih dari prostitusi.

“Inilah wujud implementasi kegotongroyongan dan keguyuban para ulama, umaro dan masyarakat Jawa Timur dalam rangka amar maruf nahi mungkar, menyelesaikan permasalahan kemaksiatan secara humanis dan penuh kedamaian,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga berpesan pada walikota dan warga Mojokerto untuk menekan peredaran minuman beralkohol yang merupakan salah satu penyebab tindak kriminalitas. Oleh karena itu pengawasan menjadi fungs penting yang harus dijalankan oleh pemerintah setempat. Tentu saja harus juga didukung oleh aparat POLRI/TNI, SKPD terkait, tokoh-tokoh agama dan masyarakat

Pengawasan tidak hanya untuk minol, tetapi juga warung-warung remang yang kadang kala menjadi tempat peredaran dan juga lokasi praktek prostitusi.

Menurut Pakde Karwo, permasalahan prostitusi memang sangat sulit untuk ditanggulangi dan memerlukan biaya yang besar. “Namun kita tidak pernah menyerah dan putus asa demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Sumber : Republika
Sumber Gambar Sampul : panoramio.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini