Lupa Sandi?

Bukan hanya Kota, Surabaya adalah Mindset

Iosi Pratama
Iosi Pratama
0 Komentar
Bukan hanya Kota, Surabaya adalah Mindset

Surabaya, Surabaya, Oh Surabaya
Kota kenangan, kota kenangan
takkan terlupa

Disanalah, di sanalah, di Surabaya
pertama lah, tuk yang pertama
kami berjumpa

Kuteringat masa yang telah lalu
s'ribu insan, s'ribu hari berpadu satu

Surabaya, di tahun empat lima
kami berjuang, kami berjuang
bertaruh nyawa

Baca Juga

Diatas cuplikan lagu “Surabaya Oh Surabaya” yang di nyayikan oleh Titik Hamzah . Walaupun saya hanya pelajar kelas XI SMK dan masih berusia 16 tahun. Tapi ketika mendengar lagu diatas terasa bergetar betapa heroiknya Surabaya. Surabaya adalah kota yang identik dengan keberanian. Bung Karno memberikan julukan sebagai Kota Pahlawan tentu karena di Surabaya lah, lahir putra sang fajar, yang berani menantang status quo, yakni penindasan yang berkelanjutan agar Republik Indonesia menjadi negara yang merdeka dan hidup diatas kaki nya sendiri . 

Surabaya adalah mindset. Saya tanam ini dalam jiwa dan raga bahwa saya bermindset Surabaya. Bermental berani dan gotong royong.

Sekarang Surabaya sudah berkembang menjadi kota metropolitan. Sebagai kota terbesar di Indonesia, Surabaya berani ngomong kalo Kota Surabaya adalah kota industri dan perdagangan. Tapi yang saya bahas disini buka tentang kota nya, karena memang ini bukan tugas saya, tugasnya Pemkot Surabaya.

Yang saya tulis disini, adalah saya sebagai generasi Indonesia bermindset Surabaya  Apa kontribusi yang dapat saya lakukan untuk Indonesia. From Surabaya for Better Indonesia .

Sebagai generasi muda Indonesia, di Surabaya banyak sekali muncul ekosistem-ekosistem pemuda-pemudi kreatif. Dimana mereka bahu membahu membuat kehidupan yang lebih baik di Surabaya. Saya ingat kenalan saya waktu ikut acara InCode di Forward Factory. Cewek cantik putih, sudah lulu kuliah. Dia rela waktunya digunakan untuk mengajari anak jalanan yang memang tidak bisa sekolah di Taman Bungkul. Waktu saya tanya-tanya perasaannya mengajar anak jalanan, dia menjawabnya kalau dia sangat bahagia mengajar mereka. Tidak semua anak jalanan itu nakal, mereka berbuat yang melewati batas karena kurangnya perhatian dari keluarga maupun publik. Dia menambahkan lagi bahwa kegiatan yang dia lakukan adalah bentuk rasa syukurnya karena dilimpahkan rahmat oleh Allah Swt. Sebelum berpisah saya sempat diajak untuk melihatnya mengajar, namun saya tidak bisa karena buru-buru pulang.

Surabaya adalah kota besar. Kota yang mayoritas ekonomi masyarakatnya menengah kebawah namun dengan indeks kebahagian yang tinggi. Bu Risma walikota Surabaya di anugerahi sebagai 3 besar walikota terbaik dunia , dan banyak penghargaan lain yang diterima oleh Bu Risma dan Surabaya. Bu Risma menekankan bahwa perkembangan pesat terjadi di Surabaya adalah berkat kompaknya semua stakeholder di Surabaya. Mulai dari sektor kesehatan, sektor industri dan jasa, serta sektor pendidikan. Semua punya tekad yang sama untuk menjadikan Surabaya menjadi lebih baik lagi .

Pembangunan ada dimana-mana. Selain dalam bidang transportasi, juga dalam bidang industri kreatif. Start Surabaya adalah salah satu lingkungan yang berperan besar menumbuhkan bibit-bibit unggul di Surabaya.

Kepada pembaca saya berharap bisa mengajak bersama untuk bermindset Surabaya. Berani dan Gotong Royong. Ingat ketika berani, kita dapat melakukan hal-hal yang tak pernah kita pikir bisa lakukan. Dan hanya dengan gotong royong hal-hal besar dapat dilakukan .

Selamat Ulang Tahun Surabaya ke 723. Akan kami kerahkan seluruh tenaga dan pikiran untuk menjadikanmu sebagai kota Terbaik di Dunia.


Sumber :
Sumber Gambar Sampul : https://scontent.cdninstagram.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG IOSI PRATAMA

Seseorang yang percaya dengan pikiran dan keyakinannya dalam menggapai apa yang dicita-citakan ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie