Lupa Sandi?

Inilah Digitalisasi Ekosistem Pariwisata Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Inilah Digitalisasi Ekosistem Pariwisata Indonesia

Diakui atau tidak, dunia pariwisata Indonesia kian hari kian maju. Sejak 10 tahun terakhir, jumlah wisatawan domestik dan mancanegara makin tumbuh. Hal ini juga didukung oleh infrastruktur pariwisata yang lambat laun makin terbangun, mulai dari tumbuhnya dunia perhotelan dan akomodasi, juga transportasi udara, ketersediaan sarana dan prasarana di tempat-tempat wisata, dan banyak lagi. 

Inilah dunia yang ..besar. Bayangkan saja, seorang wisatawan, katakanlah wisatawan mancanegara, bisa menggerakan ekonomi kecil saat dia berwisata. Mulai dari tiket pesawat yang dia beli, taksi, beli minum di airport, menginap di hotel, makan di tempat yang dia tuju, membeli souvenir, dan sebagainya. Bayangkan jika 20 juta wisman yang datang..tentu ada 20 juta ekonomi kecil yang bergerak secara paralel, pun puluhan juta orang yang menikmatinya. 

Tentu, menjaga agar wisatawan nyaman selama untuk berwisata, adalah suatu hal yang sangat penting. Salah satunya adalah ini. 

PT Telkom Indonesia (Persero)Tbk (Telkom) melalui salah satu divisinya, yakni Divisi Enteprise Service yang khusus mengelola enterprise customer, semakin menguatkan komitmennya mendukung kemajuan bangsa. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui melalui digitalisasi ekosistem bisnis sektor pariwisata.

Baca Juga

Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin mengatakan, selama 16 tahun kehadiran Telkom Solution – sebagai layanan solusi total Information and Communication Technology (ICT)  melalui Divisi Enterprise Service, Telkom telah hadir membangun negeri di sektor pariwisata.

Memberi kenyamanan wisatawan adalah hal penting | insidebandung.com
Memberi kenyamanan wisatawan adalah hal penting | insidebandung.com
 

“Saat ini sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi pilar pembangunan ekonomi bangsa yang dapat menyumbang 8% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Telkom akan berusaha memberikan kontribusi melalui dukungan ICT untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Awaluddin mengenai dukungan Divisi Enterprise Service terhadap pengembangan pariwisata Indonesia.

Dikatakan Awaluddin, salah satu kelemahan sektor pariwisata Indonesia adalah Infrastruktur Information & Communication Technology (ICT) yang masih rendah. “Oleh karena itu, sumbangsih Telkom Solution diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor pariwisata Indonesia di level global,” tambahnya.

Menurut Awaluddin, Telkom Solution memiliki cita-cita untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Tourism Kingdom melalui penyediaan solusi digital ekosistem yang terintegrasi, layanan big data analytic, digital marketing, dan penyediaan ICT solution yang sesuai dengan value chain dari industri pariwisata.

Sumbangsih digitalisasi industri yang telah dilakukan Telkom Solution antara lain memberikan layanan digitalisasi sistem ticketing di destinasi wisata, seperti di Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, dan Keraton Kasepuhan Cirebon. Seluruh layanan tersebut merupakan persembahan dari Telkom Solution untuk dunia pariwisata Indonesia agar dapat menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Selain itu Telkom Solution juga mendukung layanan digitalisasi hotel yang telah diadopsi oleh beberapa chain hotel, seperti Accor dan Intiwhiz Internasional. Hal ini dilengkapi pula dengan menghadirkan kemudahan layanan delivery dan digitalisasi bisnis proses pelayanan di jaringan cafe dan resto, seperti KFC, Mc Donalds, Pizza Hut, dan Mitra Adi Perkasa Food & Beverage (Starbucks, Burger King, Domino Pizza, Krispy Kreme).

“Telkom Solution sebagai layanan total solusi ICT Divisi Enterprise Service berharap dapat lebih fokus  untuk memenuhi kebutuhan enterprise customer berdasarkan sektor industri sebagai kontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia,” pungkas Awaluddin.

---

Referensi: Telkom.co.id 

editor yf/gnfi

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie