Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Novel Amba Karya Novelis Indonesia Mendapat Nominasi Liberaturpreis di Jerman

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Novel Amba Karya Novelis Indonesia Mendapat Nominasi Liberaturpreis di Jerman
Novel Amba Karya Novelis Indonesia Mendapat Nominasi Liberaturpreis di Jerman

Novelis asal Indonesia kembali muncul dalam penghargaan tingkat dunia. Kali ini nama Laksmi Pamuntjak menjadi perhatian setelah namanya muncul bersanding dengan penulis-penulis perempuan dari berbagai bagian di seluruh dunia. Perempuan asal Jakarta tersebut menjadi bagian dari nominasi penghargaan sastra, Liberaturpreis di Jerman. 

Dalam penghargaan tersebut Laksmi menjadi kandidat bersama Marguerite Abouet penulis asal Afrika, Najet Adouani penulis asal Tunisia, Maria Sonia Cristoff penulis asal Argentina, Ayelet Gundar-Goshen penulis asal Israel, dan Antjie Krog yang juga penulis asal Afrika. Semuanya adalah penulis perempuan yang berpengaruh di negaranya masing-masing.

Penentuan pemenang dalam penghargaan ini adalah melalui suara terbanyak oleh publik. Sehingga pemenang sepenuhnya diserahkan pada masyarakat. Hingga akhir penutupan pemungutan suara Selasa (31/5), Laksmi memimpin perolehan suara. Perempuan 45 tahun tersebut mendapatkan 45,79 persen publik, sedikit diatas suara yang diperoleh Najet Adouani.

Sampul Novel Amba dalam bahasa Indonesia dan bahasa Belanda
Sampul Novel Amba dalam bahasa Indonesia dan bahasa Belanda

Ini bukan pertama Amba menorehkan prestasi. Sebelumnya novel terbitan tahun 2012 itu disebut sebagai karya internasional terbaik paruh tahun ke-dua yang telah diterjemahkan ke bahasa Jerman, menurut daftar sastra Weltempfaenger. Buku itu juga disebut sebagai 10 besar karya fiksi terbaik oleh sejumlah media ternama Jerman seperti Frankfurter Allgemeine Zeitung. Selain itu di Indonesia, Amba termasuk dalam daftar nominasi Khatulistiwa Literary Award.

Baca Juga

Laksmi merupakan satu-satunya penulis yang mewakili Indonesia dengan karyanya yang berjudul, Amba. Sebuah Novel roman yang berlatar peristiwa tahun 1965. Novel tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan memiliki judul Alle Farben Rot (Semua berwarna merah).

 

Selain dalam bahasa Jerman, Amba juga akan diterjemahkan ke bahasa Belanda dengan judul Amba of de kleur van rood yang telah terbit tahun lalu. Sedangkan versi bahasa Inggrisnya dengan judul The Question of Red, akan terbit 12 Juli mendatang. 

Liberaturpreis merupakan penghargaan yang diselenggarakan oleh lembaga Lit Prom. Penghargaan itu sengaja ditujukan untuk menyuarakan penulis-penulis perempuan yang selama ini belum terepresentasikan di dunia.

Sumber : CNN Indonesia
Sumber Gambar Sampul : Jacky Suharto / latitudes.nu

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau17%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas