Sutradara perempuan asal Indonesia yang namanya berkibar di Hollywood, Livi Zheng, tengah mempersiapkan film bertema karapan sapi. Film yang berlatar Madura tersebut dibuat karena dirinya mengaku tertarik untuk mengangkat budaya Tanah Air yang tidak dimiliki bangsa lain. 

Seperti dilansir oleh ANTARA, film bertema karapan sapi yang digarap Livi merupakan bagian dari tesisnya untuk gelar S-2 perfileman di University of Southern California. Pada 13 Mei yang lalu dirinya resmi menyandang gelar Master of Fine Arts - Cinematic Arts, Film and Television Production. 

Karapan Sapi (Foto: Wisatasumenep.com)
Karapan Sapi (Foto: Wisatasumenep.com)

Terkait dengan film bertema karapan sapi tersebut, Livi mengaku ingin mengabadikan tradisi tersebut melalui film. Rencananya, film itu akan mulai diproduksi pada tahun 2017 dan langsung dilakukan di Madura.

"Tradisi seperti ini (karapan sapi) haruslah diabadikan dan salah satu caranya adalah dengan membuat film bertema karapan sapi," ujarnya perempuan 27 tahun itu.

Sebagai sutradara muda, perempuan asia pertama yang mampu menembus Hollywood tersebut memang terbilang cukup produktif. Setelah penayangan Brush With Danger di Indonesia, dirinya ternyata telah memproduksi film baru berjudul The Lost Soul, dan cuplikannya telah tayang di Youtube beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Wawancara Khusus, Livi Zheng: Hanya perlu satu "yes"

Livi Zheng merupakan satu dari sekian banyak sutradara yang karyanya masuk dalam daftar eligible films atau daftar film yang layak masuk seleksi nominasi gelar Film Terbaik Oscar. Predikat tersebut didapatkan melalui film Brush With Danger yang diproduksi pada tahun 2015. Meski hanya sampai pada tahap eligible films, film karya perempuan asal kota Malang tersebut telah bersanding dengan film-film berbudget besar ala Hollywood seperti Interstellar, Birdman, Big Hero 6, The Grand Budapest Hotel, The Theory of Everything, hingga The Hobbit: The Battle Of The Five Armies. 

 

Prestasi Livi pun tidak hanya disitu, pada tahun yang sama sebagai diaspora Indonesia dirinya juga mendapatkan penghargaan Diaspora Creative Awards. Tidak heran bila kemudian dosennya dalam dunia perfileman di USC seperti John Rosenberg mengenalinya sebagai murid yang humoris dan kreatif. Kesan lain juga diungkapkan oleh Douglas Vaughan yang merupakan sutradara film Gremlins and Turner & Hooch, Douglas Vaughan, yang mengaku terkesima karena Livi sebagai sutradara muda dari Asia mampu memproduksi film dengan tingkat kesulitan proyek yang sangat tinggi.

Sumber : ANTARA, Muvilla, TEMPO,
Sumber Gambar Sampul : liputan6.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu