Langkah 'Prenjak' Berkeliling Dunia

Langkah 'Prenjak' Berkeliling Dunia
info gambar utama

Beberapa waktu yang lalu, ada sebuah film lokal karya sineas Jogja yang menang di festival bergengsi dunia, Festival Film Cannes 2016. Prenjak, film pendek Wregas, memenangi La Semaine de la Critique di sana.

Meski sudah mendapatkan hadiah ribuan Euro, namun ia masih berambisi menayangkan film berbahasa Jawa tersebut di kancah internasional lainnya. Alumnus IKJ itu menargetkan, Prenjak bisa diputar di Festival Film Toronto dan Festival Film Busan.

Kedua festival itu akan dibuka dalam waktu dekat. Namun, sampai saat ini Wregas belum mendaftar ke kedua festival bergengsi itu.

"Ada beberapa festival yang tengah kami bidik. Ada Toronto Film Festival, ada Busan Film Festival, dan juga Singapura. Namun rasanya itu belum akan kami submit dalam waktu dekat," ujarnya di sela-sela pemutaran film Prenjak di Jakarta, Kamis (2/6).

Wregas menambahkan, Festival Film Cannes dipilih terlebih dahulu mengingat tenggat waktu pendaftarannya berdekatan dengan hasil jadi film tersebut. Prenjak diproduksi selama satu minggu di bulan Februari, sementara registrasinya ditutup awal Maret.

Di samping itu, ia memang serius mengejar Festival Film Cannes karena menurutnya itu ajang bergengsi. Ia merasa meraih pencapaian besar jika karyanya bisa diputar di pesta insan film yang digelar sejak 1946 tersebut.

Baca juga: Film Karya Sineas Yogyakarta Menjadi Film Indonesia Pertama Yang Menang di Cannes

"Kami selalu menganggap Cannes adalah festival nomor satu di dunia. Puncak pencapaian adalah Cannes, karena selain tertua, banyak sekali maestro film yang berkompetisi di sana. Semua orang dari belahan dunia datang ke sana untuk menonton," ujar Wregas menjelaskan.

Wregas masih akan membawa karyanya tersebut ke festival dibandingkan membawa Prenjak ke ranah bioskop komersil. Ia berpendapat, karyanya akan benar-benar diapresiasi dan dipahami masyarakat melalui festival.


"Itu wadah yang baik bagi saya untuk berkarya, daripada saya mengetuk satu-satu pintu bioskop kemudian menawarkan film yang telah saya buat. Apalagi, ajang festival sangat baik untuk menceritakan pesan yang ada di dalam film ini, mengingat di dalamnya ada realita yang ingin kami curahkan," ujarnya.

Apalagi penonton festival film biasanya dari berbagai negara. Jangkauan Wregas bercerita pun bisa jauh lebih luas ketimbang komersil.

Prenjak berkisah tentang perempuan beranak satu bernama Diah, yang karena sangat membutuhkan uang, maka menjual korek api kepada rekan kerjanya, Jarwo. Korek api itu dijual Rp10 ribu per batang, tapi pembelinya mendapat bonus melihat anggota tubuhnya.



Sumber : www.cnnindonesia.com
Sumber Gambar : kompas.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini