Sambal Terasi dari "Salak Bangka"

Sambal Terasi dari "Salak Bangka"

Sambal Terasi dari "Salak Bangka"

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Kelubi (Eleiodoxa conferta) atau asam kelubi, asam paya atau salak hutan, merupakan sejenis tumbuhan dalam keluarga pokok palma yang terdapat di Asia Tenggara.

Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan salak palsu Bangka, hal ini diperkirakan karena bentuknya yang menyerupai salak namun dengan rasa buah yang sangat asem dan tekstur buah yang jauh lebih tebal atau keras.

Buah Kelubi lebih kecil daripada salak, berdiameter 3-5 cm. Buah muncul berkelompok dalam tandan. Satu tandan besar berisi 300-400 buah. Tandan besar tersusun dari tandan­-tandan kecil yang berisi sekitar 25-40 buah.

Kulitnya bersisik berwarna kuning gading saat masih muda dan berubah cokelat saat matang. Tekstur kulit keras dan lebih tebal daripada kulit salak. Biasa dikupas dengan pisau. Sayang, kembaran salak ini menyimpan rasa asam dan sepat.

Eleiodoxa conferta banyak tumbuh liar di hutan di sekitar mata air dan rawa di Bangka. Kerabat salak itu adaptif di lahan berkadar air tinggi. Anggota keluarga Arecaceae ini biasa tumbuh berdampingan dengan nipah, pandan, dan sagu. Sebetulnya kelubi juga tersebar di Sumatera (Lampung, Sumatera Selatan, dan Riau) serta Kalimantan Timur.

Di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, kelubi dipakai untuk campuran sambal terasi, hal ini dikarenakan karakter asam buah kelubi yang kuat sehingga sangat nikmat bila menjadi campuran sambal terasi. Di Kalimantan Timur kelubi diolah sebagai manisan seperti di Bangka. Sedangkan di Jawa, buah itu tak populer. Sekilas, pohon dan buahnya mirip salak saking miripnya, kelubi sempat masuk genus Salacca, kemudian direvisi ke genus Eleiodoxa karena bunga berbeda dengan salak.


Sumber : JituNews
Sumber Gambar Sampul : google

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kalahkan Jepang, Korea...UGM Juara Debat se-Asia Sebelummnya

Kalahkan Jepang, Korea...UGM Juara Debat se-Asia

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Asrari Puadi
@asraripuadi

Asrari Puadi

http://www.asraripuadi.net

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.