Lupa Sandi?

Darah-darah Indonesia di Sepakbola Eropa

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Darah-darah Indonesia di Sepakbola Eropa

Sepakbola Eropa berhasil menarik perhatian masyarakat pencinta sepakbola dunia, tak terkecuali di Indonesia, terlebih dengan dihelatnya kejuaraan bergengsi "Euro 2016" yang menemukan berbagai tim tangguh dari belahan benua eropa.

Namun di balik hiruk-pikuk sepakbola Eropa ternyata banyak dari para pemain bintang Eropa yang memiliki darah atau garis keturunan yang berasal dari Indonesia. Beberapa diantaranya bahkan merupakan bintang dunia yang berprestasi cemerlang di sepakbola.

Baca juga : Pemuda Surakarta Di Balik Desain EURO 2016

Sebagai orang Indonesia, tentu saja kita boleh bangga melihat berbagai prestasi para pemain ini. Namun tentu saja kita berharap kelak pemain-pemain "asli" Indonesia bisa mengharumkan nama "Merah Putih" di dunia sepakbola di kancah Dunia.

Berikut lima pemain bintang Eropa berdarah Indonesia, dihimpun dari berbagai sumber :

Baca Juga

1.Robin van Persie
Penyerang Belanda yang lahir di Rotterdam pada 6 Agustus 1983 ternyata memiliki darah Indonesia. Sang nenek dikabarkan berasal dari Jawa Timur tepatnya Surabaya.

Tapi kehidupan masa kecil bomber Manchester United itu dihabiskan di Belanda setelah sang ayah dan ibunya bercerai.

Dia termasuk anggota Timnas Belanda yang memperkuat negara tersebut di Piala Dunia 2006, Piala Eropa 2008, dan Piala Dunia 2010.

2. Radja Nainggolan

Gelandang sepak bola Belgia, memiliki ayah berdarah Batak dan ibu kebangsaan Belgia. Walaupun berdarah Batak, tapi Nainggolan lebih memilih timnas Belgia ketimbang memperkuat Indonesia.

Saat ini, Radja menjadi perebutan tim-tim elite Liga Italia mulai Inter Milan, Juventus dan AS Roma. Saat ini, Radja bermain di Cagliari.

Beberapa waktu lalu, Radja pernah berkunjung ke Indonesia dan melawan tim yang berisi para mantan pemain timnas Garuda

Baca juga : Pesepakbola Cilik Indonesia yang Dilirik Klub-klub Eropa 

3. John Heitinga

John Heitinga merupakan pemain tengah Everton dan juga timnas Belanda. Dia mengawali karier di akademi sepakbola ARC dan Ajax. Selain sebagai bek tengah, ia juga bisa bermain sebagai gelandang bertahan.

Heitinga pernah bermain untuk Ajax dan Atletico Madrid sebelum bergabung dengan Everton pada September 2009. Ia memperkuat timnas Belanda di Euro 2004, Piala Dunia 2006, dan Piala Dunia 2010.

Heitinga pernah berujar, "Ayah saya benar berasal dari Indonesia. Dan lahir di Jakarta." Hubungan bek Belanda ber-caps 85 ini dengan Indonesia ternyata berawal dari kakeknya, Gijsbert Johannes Heitinga, yang berasal dari Belitung.

4. Giovanni van Bronckhorst

Mantan kapten timnas Belanda itu lahir di Rotterdam, Belanda, 5 Mei 1975. Sejak tahun 2003 ia bermain di Feyenoord Rotterdam di Eredivisie kemudian Barcelona dan Arsenal. Ia biasanya berposisi sebagai pemain tengah atau pemain bertahan.

Ia memperkuat Belanda pada berbagai turnamen mulai dari Piala Dunia1998 hingga Piala Dunia FIFA 2010. Di Piala Dunia 2010, dia dipercaya sebagai kapten.

Van Bronckhorst adalah salah satu dari beberapa pemain dalam tim nasional Belanda keturunan Indonesia. Ayahnya, Victor van Bronckhorst adalah seorang Indonesiasementara ibunya Fransien Sapulette berasal dari Saparua, Maluku.

Ia masih bisa berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia dengan aksen Indonesia Timur, walaupun ia tidak benar-benar menguasai seluruh kosakata yang ada dalam Bahasa Indonesia.

Baca juga : Ini Dia Pemain Indonesia yang Cetak Gol Pertama di Liga Eropa

5. Nigel de Jong

Pemain sepak bola berkebangsaan Belanda yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Saat ini, ia bermain untuk AC Milan di kancah Liga Italia dan juga bermain untuk tim nasional Belanda.

De Jong merupakan pemain kelahiran Belanda berdarah Suriname. Ayahnya, Jerry de Jong adalah mantan pemain PSV Eindhoven dan pernah tampil tiga kali memperkuat timnas Belanda.

Gelandang bertahan yang terkenal keras ini memiliki garis keturunan dari ibunya yang berasal dari Ambon, Maluku. Sementara ayahnya merupakan orang Suriname. Meski demikian, De Jong mengaku tidak mengetahui sedikitpun mengenai bahasa daerah ibunya.

Sumber : dari berbagai sumber
Sumber Gambar Sampul : liputan6

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih71%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli14%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara