Menikmati Danau Bertabur Zamrud Kebanggaan Papua

Menikmati Danau Bertabur Zamrud Kebanggaan Papua
info gambar utama

Papua memiliki segudang predikat yang membuat tanah di timur Indonesia ini menjadi kebanggan. Bukan hanya tanahnya yang masih sangat hijau tetapi juga memiliki diversitas biota baik darat maupun laut yang sangat beragam. Mungkin bila pantas menyebutnya, tanah papua adalah tanah paradise. Nama yang sama juga disematkan pada burung khas Papua, Cendrawasih, Paradise Bird.

Terbang menuju landskap yang hijau, bergunung, dan berada di ujung timur Indonesia memberikan kesan yang berbeda bagi saya saat datang ke Papua beberapa hari lalu. Bersama dengan rombongan PT Freeport Indonesia, kami mendarat di Timika yang terkenal dengan sumber daya tambangnya yang terkenal itu dan mengunjungi "desa" kecil nan indah, Kuala Kencana. Sebuah wilayah yang di kelilingi langsung oleh hutan.

Tugu Tembaga di alun-alun Kuala Kencana, Timika (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

A photo posted by Good News From Indonesia (@gnfi) on

Tidak cukup mendatangi Timika, kunjungan juga berlanjut ke Jayapura tempat berlangsungnya festival danau kebanggan masyarakat Papua, Festival Danau Sentani. Festival yang telah diadakan untuk kesembilan kalinya ini menarik perhatian banyak pihak sebab menyajikan pagelaran festival yang berbeda dengan menampilkan keindahan danau dan kebudayaan Papua. Hampir setiap kebudayaan papua ditampilkan di festival ini. Tidak heran bila kemudian berkat Jayapura dan festivalnya, "wajah" kemajuan Papua dapat terlihat.

Danau Sentani yang berada di sebelah barat Kota Jayapura tersebut merupakan danau terbesar di Papua dengan luas sekitar 9.360 hektar. Di sanalah akan ditemukan masyarakat sentani yang tersebar di beberapa titik di pesisir danau. Mereka hidup dengan rumah panggung yang hidup berkelompok menjadi kampung dengan seorang Ondofolo sebagai kepala kampungnya.

Rumah-rumah masyarakat Danau Sentani (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar
Tampak kampung yang langsung menempel dengan bukit di pesisi Danau Sentani (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar


Tampak sebuah kampung di Danau Sentani (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

Saat Festival Danau Sentani berlangsung, setiap kampung akan mengantarkan hasil bumi terbaiknya untuk dinikmati bersama. Spesialnya lagi, pengantaran itu tidak dilakukan dengan cara biasa, persembahan tersebut dilakukan dengan tarian Isosolo yang telah terkenal di Danau sentani. Tarian tersebut dilakukan diatas perahu yang mengangkut berbagai makanan seperti ubi-ubian, pisang, sagu dan sebagainya. Tarian ini juga tidak hanya dilakukan saat festival, Isosolo yang dahulu bermakna menunjukkan kewibawaan sebuah Keondowafian (pemerintahan dibawah Ondofolo) yang sering melibatkan pertumpahan darah saat ini menjadi tradisi pertunjukan dan persahabatan.

Tarian Isosolo saat ditampilkan di ajang FDS Senin (21/06) yang lalu (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

Menyaksikan tarian diatas perahu beriringan dengan suara tifa berlatarkan lanskap bukit dan pegunungan membuat Sentani menjadi sesuatu yang istimewa. Sebuah pemandangan yang jarang dapat ditemui di Jawa, terlebih Indonesia. Pantas bila kemudian Danau Sentani menjadi kebanggan masyarakat Papua.

Setiap sudut Danau Sentani juga memiliki keindahannya masing-masing. Di sisi Doyo Lama misalnya, lokasi ini memiliki bukit kecil yang cukup mudah didaki untuk menikmati indahnya landskap Sentani. Di titik ini terdapat bukit yang mirip dengan yang dimiliki oleh gunung Bromo yang dikenal dengan Bukit Teletubies. Entah apa nama lokalnya, namun masyarakat menyebutnya demikian.

Saat itu kebetulan saya bersama rombongan bersamaan dengan klub paralayang lokal yang sedang berlatih untuk memetakan lokasi potensi wisata paralayang di Sentani. Mereka mengungkapkan bahwa Papua, Jayapura khususnya memiliki banyak spot yang berpotensi untuk wisata dirgantara. Alasannya adalah karena daerah Sentani memiliki lanskap yang cukup mudah diakses dan memiliki pemandangan indah.

Klub Paralayang lokal yang berlatih di Doyo Lama (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar
Paralayang dari Bukit Teletubies di Doyo Lama (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

Sedangkan di sebelah utara, berdiri megah pegunungan Cyclops yang sempat menjadi markas besar sekutu pada masa perang dunia kedua. Di lokasi ini terletak tugu MacArthur yang memberikan pemandangan lengkap wilayah Kabupaten Jayapura sisi utara. Mulai dari Bandara Sentani, hingga Danau Sentani itu sendiri. Danau Sentani seakan menjadi sebuah cermin cair yang memantulkan keindahan bukit dan pegunungan disekitarnya, Bagai danau bertabur Zamrud.

Tugu MacArthur (Narsis dikit hehe..)
info gambar
Foto-foto yang terdapat di Museum MacArthur (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar
Foto-foto yang terdapat di Museum MacArthur (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar
Foto Panorama Sentani dari titik MacArthur (Foto: Bagus DR / GNFI)
info gambar

Sayang, keterbatasan waktu kunjungan tidak memberikan kesempatan bagi saya untuk mengeksplor keindahan kabupaten maupun kota Jayapura lebih jauh. Namun satu yang pasti, Jayapura telah menjadi salah satu wilayah terindah yang pernah saya kunjungi di Indonesia. Mungkin terdengar subjektif, namun sebagai seseorang yang memiliki perhatian pada hubungan antara kota dan kelestarian lingkungan, sepertinya Jayapura adalah kota besar yang saya impikan itu di Indonesia.

Titik tertimur Indonesia telah terjamah, mungkin suatu saat nanti akan ada kesempatan untuk mejelajahi titik barat Indonesia. Keindahan Sentani mengantarkan pada sebuah kesimpulan bahwa betapa awesome-nya negeri ini dan semoga akan terus seperti itu.

Sumber : GNFI
Sumber Gambar Sampul : Bagus DR / GNFI

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini