Lupa Sandi?

Sayur Garu, "Salad" Sehat Khas Ternate

Roby Darisandi
Roby Darisandi
0 Komentar
Sayur Garu,

SEHAT… Satu kata inilah yang tepat untuk menggambarkan makanan ini. Sayur Garu namanya, sejenis tumisan sayur campur yang dimasak sebagai pelengkap makanan lainnya. Sayur Garu memang terlihat sederhana, namun menjadi pelengkap wajib yang terasa kurang bila tidak disajikan.

Sayur Garu adalah makanan yang menyehatkan karena terdiri dari berbagai macam sayuran yang dimasak bersama. Sayur-sayuran ini antara lain adalah Jantung pisang, daun ubi, dan daun Pepaya. Biasanya, masyarakat Ternate menyantap Sayur Garu layaknya salad pada makanan-makanan internasional. Untuk urusan rasa, Sayur Garu dimasak dengan menggunakan bahan-bahan organik dan rempah pilihan khas Ternate sehingga sudah dapat dipastikan kenikmatannya.

Tidak hanya nikmat untuk disantap, karena sayur Garu adalah makanan yang berupa sayuran, maka manfaatnya bagi tubuh manusia pun cukup banyak. Selain anti-oksidan pencegah sel kanker, Sayur Garu adalah makanan rendah kolesterol dan sangat bersahabat bagi kesehatan tubuh manusia. Makanan ini sangat cocok bagi kita yang sering mengkonsumsi daging dan makanan-makan berbahan kimia.

Memasak sayur Garu cukup sederhana dan mudah. Sayuran dicampur menjadi satu dan ditumis menggunakan minyak serta beberapa bumbu penambah citarasa. Sayur Garu adalah citarasa khas Ternate yang mewakili kenaekaragaman Indonesia. Walaupun bukan makanan utama, namun Sayur Garu mempunyai peran yang penting dalam menjaga keseimbangan kenikmatan yang menjadi makanan utama.


Sumber : Indonesia Kaya
Sumber Gambar Sampul :Indonesia Kaya

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ROBY DARISANDI

Berkontribusi, Beraksi dan Mengabdi untuk Negeri ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie