Ternyata 50 Persen Lebih Kebutuhan Rumput Laut Dunia Dipasok dari Indonesia

Ternyata 50 Persen Lebih Kebutuhan Rumput Laut Dunia Dipasok dari Indonesia
info gambar utama

Dari sekian banyak keunggulan komoditas Indonesia di Dunia, ternyata rumput laut mampu menambah peringkat negeri ini secara global. Bagaimana tidak, Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen rumput laut terbesar di Dunia, meski baru memasok rumput laut kering atau barang mentah dan bukan produk olahan bernilai tambah. Menurut data yang dikompilasi dari Kementerian Perindustrian dari total produksi rumput laut kering dunia sekitar 424.000 ton, Indonesia memasok 56% atau sekitar 237.800 ton per tahun. Di dunia, terdapat lebih dari 500 jenis produk turunan menggunakan rumput laut. Sementara saat ini sebanyak 152.900 ton atau 64,3% rumput laut produksi dalam negeri diekspor dalam bentuk kering atau belum diolah.

Dalam sebuah kegiatan International Seaweed Symposium (ISS) yang sedang berlangsung di kota Kopenhagen Denmark, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengundang sejumlah pengusaha Dunia dalam bidang industri rumput lain untuk menghadiri forum bisnis tentang, Update on The Indonesian Seaweed Industry, forum bisnis ini diikuti oleh sekitar 50 pelaku usaha, praktisi dan akademisi dari sejumlah negara antara lain Amerika Serikat, India, Tiongkok, Jepang, Denmark, dan pengusaha lainnya.

Duta Besar RI untuk Denmark, Muhammad Ibnu Said menyampaikan, pentingnya peningkatan industri rumput laut dan mengharapkan agar para pengusaha dapat memanfaatkan potensi rumput laut Indonesia yang begitu besar.

Rumput laut tidak hanya sebagai sumber pendapatan bagi petani melainkan pula dapat mengentaskan kemiskinan terutama bagi para petani di sepanjang garis pantai Indonesia.

Indonesia saat ini merupakan pengekspor rumput laut terbesar di dunia, dan mendapat perhatian dunia.

(*AP)

Sumber : finance.detik.com
Sumber Gambar Sampul :benyaminlakitan.wordpress.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini