Lupa Sandi?

Indonesia Bakal Kembali Bertanding di Piala Dunia Homeless 2016 Glasgow

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Indonesia Bakal Kembali Bertanding di Piala Dunia Homeless 2016 Glasgow

Tim sepak bola ataupun futsal Indonesia memang sejauh ini belum pernah mencicipi piala dunia kecuali di masa Hindia Belanda. Namun bukan berarti timnas Indonesia dalam tingkat dunia seperti piala dunia tidak memiliki prestasi. Sebab, secara resmi pada 25 Juni 2016 yang lalu Indonesia untuk ke-16 kalinya kembali akan mengirimkan tim ke ajang Piala Dunia Homeless atau Homeless World Cup (HWC) di Glasglow, Skotlanda 10-16 Juli mendatang.

Seperti dilansir Pikiran-rakyat.com, tim yang dikirim pada tahun ini merupakan hasil kerjasama antara Asosiasi Street Soccer Indonesia (ASSI) dengan organisasi Rumah Cemara. Seperti diketahui, Indonesia dalam ajang HWC berulang kali meraih prestasi. Seperti pada ajang HWC tahun lalu, tim dari Indonesia berhasil meraih juara di kompetisi tingkat tiga di Amsterdam, Belanda. 

Delapan pemain akan menjadi andalan Indonesia tahun ini merupakan hasil seleksi terbuka yang digelar pada Maret 2016 lalu di Bandung. Untuk tahun ini, Indonesia kembali akan diperkuat oleh pemain pro futsal nasional. Tahun ini tim akan dilatih dengan pelatih yang berbeda, yakni Sabrun Hanapi.

Secara lengkap Timnas HWC Indonesia 2016 didominasi pemain dari Jawa Barat, ada Eman Sulaeman, Nandi Saiful Anam, Heru Muhammad Faisal, Wisnu Wantoro, Roni Syahroni, dan Angga Sidik. Namun juga terdapat pemain dari luar Jawa Barat, seperti W Danu Hendro Prasetyoko (Bali) dan Antonius Dhimas Anindhito (DI Yogyakarta).

Baca Juga

"Seperti sebelum-sebelumnya, tim ini diisi oleh orang-orang yang tersisihkan seperti orang dengan HIV, pecanda NAPZA, dan miskin kota, plus ditambah tiga pemain futsal nasional, yakni Angga Sidik Permadi (FC Libido Bandung), Wisnu Wantoro (Futsal Kota Bandung), dan Roni Syahroni (Brilyant Sport Bekasi)," kata Manajer Timnas HCW Indonesia 2016, Rijki Kurniawan. .

Meski tim telah terbentuk, persiapan perwakilan dari Indonesia dikatakan cukup singkat, sebab kompetisi HWC diadakan lebih awal yakni di bulan Juli.

"Biasanya HWC itu dilaksanakan bulan September atau Oktober, tapi tahun ini dilaksanakan lebih awal, yaitu Juli. Hingga persiapan akan sangat mepet," ujar

Menpora Imam Nahrawi juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap tim yang akan mewakili Merah Putih di ajang HWC tahun ini. Dirinya memberikan apresiasi tertinggi kepada para pemain dan oficial tim yang sudah berdedikasi untuk mempersiapkan tim.

"Saya bangga, karena ketika saudara-saudara terbatas ini dikucilkan, ditinggalkan, dan tidak dihargai lingkungan, saudara dapat menunjukkan prestasi dan membawa nama baik Indonesia di ajang internasional. Saat ini kami memang belum bisa memberikan bantuan yang cukup kepada tim, baru bisa tiket pesawat saja, tetapi pemerintah sangat mendukung sekali terhadap keikutsertaan dalam kegiatan ini," ujar Imam.

Tim Indonesia yang memenangi Amsterdam Cup-HWC tahun lalu (Foto: Frank Buis / Youtube.com)
Tim Indonesia yang memenangi Amsterdam Cup-HWC tahun lalu (Foto: Frank Buis / Youtube.com)

Kehadiran timnas Indonesia dalam ajang piala dunia ini kerap memberikan warna. Sebab tim Indonesia selalu menjadi perhatian negara-negara besar sepak bola lainnya. Hal tersebut tidak lain karena selama mengikuti gelaran HWC Indonesia berulang kali mendapatkan hasil positif. Seperti di 2011 yang menempatkan Indonesia the best new comer team. Kemudian pada tahun berikutnya di 2012 sampai dengan tahun 2014 Indonesia telah finish dalam urutan 10 besar. Termasuk ketika tahun 2015, tim Indonesia berhasil menjuarai Amsterdam Cup-HWC namun secara keseluruhan menempati menempati posisi delapan. Raihan terbaik wakil Indonesia dalam ajang ini adalah saat menempati posisi juara empat dunia di HWC 2012 yang digelar di Mexico City.

HWC sendiri merupakan kompetisi street soccer (futsal jalanan) berskala internasional yang melibatkan orang-orang yang terpinggirkan dengan tujuan untuk mengatasi persoalan sosial melalui sepak bola. Piala dunia ini setiap tahunnya semakin populer sebab mampu memberikan kesempatan bagi masyarakat marjinal untuk tampil dalam tingkat dunia.

Selamat berjuang kontingen Indonesia!

Sumber : Pikiran-rakyat.com
Sumber Gambar Sampul : homelessworldcup.org

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Pencerita yang tiada habisnya. Mencari makna untuk cipta karya. Pembelajar yang kerap lapar. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara