Pada suatu sore, 25 Mei 1961, Presiden AS yang populer, JF Kennedy menyampaikan sebuah pidato di depan kongres AS yang disebut-sebut sebagai salah satu pidato paling menggetarkan, dan kelak menjadi salah satu pidato presiden AS yang paling dikenang. Pidato tersebut berisi tentang niat Amerika mendaratkan manusia di bulan dan memenangkan persaingan di luar angkasa melawan negara adi kuasa yang lain, Uni Sovyet.

Pidato Kennedy 25 Mei 1961 | pics-about-space.com
Pidato Kennedy 25 Mei 1961 | time.com

Berikut ini adalah cuplikan pidatonya :

I believe that this nation should commit itself to achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the moon, and returning him safely to the Earth. No single space project in this period will be more impressive to mankind, or more important for the long-range exploration of space; and none will be so difficult or expensive to accomplish. We propose to accelerate the development of the appropriate lunar space craft. We propose to develop alternate liquid and solid fuel boosters, much larger than any now being developed, until certain which is superior.

(Saya percaya bahwa bangsa ini harus bertekad untuk mencapai tujuannya, sebelum dekade ini berakhir, mendaratkan manusia di bulan, and mengembalikannya ke bumi dengan selamat. Tidak ada proyek luar angkasa yang lebih luar biasa dari ini bagi umat manusia, atau lebih penting untuk eksplorasi angkasa jarah jauh, bahkan tak ada yang lebih sulit dicapai dari ini. Kami mengusulkan untuk mempercepat pengembangan pesawat luar angkasa untuk menuju bulan. Kami mengusulkan untuk mengembangkan bahan bakar yang cari dan solid, jauh lebih besar dari yang dikembangkan sekarang, hingga kita tahu bahwa yang kita punya lebih superior). 

Pendaratan di bulan, 8 tahun setelah pidato Kennedy
Pendaratan di bulan, 8 tahun setelah pidato Kennedy

Setelah momen itu, kongres AS menyetujui alokasi dana besar-besaran untuk mengembangan teknologi untuk menjelajahi angkasa luar.  Dan selanjutnya,  kita tahu bahwa NASA berhasil mendaratkan manusia di bulan, mengembangkan berbagai pesawat ulang-alik,  mengeksplorasi angkasa, hingga mengembangkan berbagai teknologi turunannya yang dipakai umat manusia hingga sekarang. 

Tak ketinggalan, Mars pun berhasil di jelajahi dengan wahana non awak yang hingga kini masih melanglang permukaan Mars dan mengirimkan pada kita foto-foto planet merah itu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. 

Dan tepat di hari kemerdekaan AS yang jatuh 4 Juli 2016, NASA mencengangkan dunia dengan berhasil mencapai orbit planet raksasa yang selalu membuat kita bertanya-tanya, yakni Yupiter. Setelah melakukan perjalanan selama 5 tahun dan menempuh 2.8 milyar km, pesawat luar angkasa bernama Juno itu berhasil mencapai misinya, untuk mempelajari planet ke 5 dari matahari yang ukurannya sebesar 122 x ukuran bumi tersebut. 

Foto Aurora di kutub utara Jupiter | NASA.gov
Foto Aurora di kutub utara Jupiter | NASA.gov

Juno, pesawat luar angkasa ini adalah pesawat bertenaga surya yang kini mencapai jarak terjauh dari bumi. Bukan hal yang mudah mendapatkan pencapaikan ini. Tak heran, para ilmuwan-ilmuwan NASA bersorak dan bahkan ada yang menangis, melihat hasil karya mereka berhasil mencapai tujuannya. 

Juno, setelah 2.8 milyar km | NASA.gov
Juno, setelah 2.8 milyar km | NASA.gov

Di luar itu semua, kita perlu akui bahwa Amerika Serikat adalah bangsa yang tak pernah menjauh dari tujuan-tujuan bangsanya. Tujuan-tujuan besar bangsanya yang telah ditetapkan oleh para pendahulunya, dikerjakan dengan sungguh-sungguh untuk kemudian dicapainya dengan baik. Meskipun untuk hal tersebut, sama sekali bukan hal yang mudah, murah, maupun cepat. Semuanya dilalui dengan berbagai pengorbanan, kerja keras, ketelitian, pengembangan terus menerus, hingga karakter keras tanpa kenal menyerah.

Cape Canaveral, simpul angkasa
Cape Canaveral, simpul angkasa

Seperti yang disampaikan Kennedy di pidatonya:

“We choose to go to the moon. We choose to go to the moon in this decade and do the other things, not because they are easy, but because they are hard, because that goal will serve to organize and measure the best of our energies and skills, because that challenge is one that we are willing to accept, one we are unwilling to postpone, and one which we intend to win, and the others, too.”

(Kita memilih untuk pergi ke bulan. Kita memilih untuk pergi ke bulan pada dekade ini, bukan karena melakukannya adalah mudah, tetapi justru karena sulit, karena cita-cita tersebut akan berguna untuk mengatur dan mengukur energi dan keterampilan terbaik yang kita miliki, karena tantangan itu adalah salah satu yang kita bersedia menerimanya, satu yang tidak akan kita tunda, dan satu yang ingin kita menangi”).

Bangsa Indonesia, tak perlu sungkan dan malu untuk meniru pola dan karakter ini. Bangsa ini tak kurang orang cerdik pandai, tak kurang kekuatan, tak kurang karakter-karakter kuat. 

Seharusnya kita bisa, terus bekerja keras mencapai tujuan-tujuan kita. Kita berhutang pada para pendiri bangsa ini, menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur. Menjadi bangsa yang disegani dunia. 

Seharusnya kita bisa, dan saat kita berhasil mencapai tujuan-tujuan besar bangsa kita, betapa membanggakannya. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu