Lupa Sandi?

Pagi yang Ajaib di Indonesia

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Pagi yang Ajaib di Indonesia

Pada suatu ketika di sebuah warung kopi di saat badai salju di New York, saya ditanya oleh seorang kawan dari India yang telah lama tinggal di AS. Pertanyaannya sungguh serius. "Mengapa tidak banyak orang Indonesia yang pindah kewarganegaraan menjadi warga negara di negara-negara yang lebih maju seperti di Eropa atau Amerika?"

Saya tak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu, namun saya kemudian menyadari bahwa dia benar. Saya memang tak banyak menemukan orang Indonesia yang pindah kewarganegaraan di negara-negara lain, yang ada adalah bekerja ..untuk kemudian pulang kembali. Sebelum saya berhasil menemukan jawaban, kawan India saya ini melanjutkan "Anda tak bisa bayangkan, betapa banyak orang-orang dari Asia Selatan yang pindah ke Eropa maupun Amerika". Asia Selatan adalah kawasan yang meliputi India, Pakistan, Bangladesh, dan Srilanka. 

Saya menjawab santai sambil tersenyum, "Indonesia is too beautiful to leave behind" . Jawaban yang tentu saja tidak memuaskannya. Karena saya sendiri tak memiliki jawaban yang pasti. Waktu krisis ekonomi 1997-1998, banyak yang membayangkan bahwa banyak orang Indonesia akan eksodus besar-besaran ke negara lain, menyelamatkan diri secara ekonomi. Bahkan konon, negara-negara tetangga pun bersiap diri di batas-batas lautnya mengantisipasi hal tersebut. 

Namun hal tersebut sama sekali tak terjadi. Ada yang mengikat orang-orang Indonesia begitu kuat, untuk tak bisa jauh-jauh dari kampung halamannya, dari tempatnya dibesarkan. Mungkin, pagi ini adalah jawabannya. Saat takbir berkumandang, bertalu-talu, bergantian dari segala penjuru. Saat hati kita menjadi sangat damai, sangat bahagia karena sebuah alasan yang tak pernah bisa dijelaskan.

Baca Juga
Sungkem bung Karno pada Ibunya
Sungkem bung Karno pada Ibunya

Bisa jadi, inilah formula ajaib itu. Moment-moment yang kita rengkuh bukan hanya dengan berpuasa sebulan penuh, namun juga perjuangan berpuluh jam mencapai kampung halaman, sekedar melawat ke masa lalu kita, ke sudut-sudut kampung tempat kita dibesarkan, ke rengkungan kaki bapak dan ibu kita.

Selamat merayakan pagi yang ajaib, Indonesia.
Selamat Idul Fitri.  

Pilih BanggaBangga68%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie