Satu lagi anak bangsa Indonesia berhasil membuat inovasi TV bekas menjadi TV baru dan dijual dengan harga yang sangat terjangkau terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Adalah Muhammad Kusrin (42), warga Boyolali yang menciptakan TV rakitan bermerek Veloz, Zener, dan Maxreen. TV dengan layar 14-17 inch itu telah dipasarkan ke berbagai kota di Pulau Jawa.

Di tangan Kusrin, monitor bekas bisa “disulap” menjadi layar TV kinclong seperti baru, apalagi dibungkus dengan case baru. Alasan ia menggunakan tabung monitor bekas selain harga murah adalah kualitas dan ketahanannya lebih baik dari tabung TV bekas. Kusrin memastikan monitor yang ia pakai kondisinya di atas 85 persen. Ia berani memberikan garansi setahun tukar baru untuk semua toko pelanggannya.

Pada 2011 Kusrin sudah mendirikan industri TV rakitannya sendiri di Karanganyar. TV rakitannya tersebut dijual dengan harga sangat murah, yakni Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu saja. Sempat dimusnahkan dengan cara dibakar oleh Kejaksaan Negeri Karanganyar pada 2015 lalu lantaran dianggap tidak memiliki izin produksi, televisi rakitan Kusrin kini telah diberikan sertifikat SNI oleh Kementerian Perindustrian.

Kusrin sendiri hanyalah lulusan SD, namun dirinya punya hobi mengutak-atik barang elektronik sejak muda. Dari situlah ia mendapatkan ilmu tentang elektronika.

“Waktu itu, saya mulai usaha dengan membeli radio rusak harganya Rp 80 ribu. Saya bawa pulang lalu saya service di rumah. Saya jual laku Rp 200 ribu,” ujar Kusrin kepada Menteri Perindustrian Saleh Husin. Kusrin menambahkan, hingga ia mendirikan pabrik TV rakitannya tersebut, ia belajar secara otodidak dalam merakit perangkat-perangkat elektronik.

Pada awal tahun 2016 lalu Presiden Joko Widodo secara khusus mengundang Kusrin ke Istana Negara untuk menyerahkan sertifikan SNI bagi TV rakitannya tersebut. Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi kreativitas dan kompetensi Kusni.

Melalui Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, Jokowi menilai televisi rakitan Kusrin yang bermerek Maxreen ini bukan sekadar televisi untuk kalangan menengah ke bawah.

“Tapi yang penting rakyat di bawah ini kan bisa mengakses informasi, bisa melihat berita, melihat informasi. Jadi selain fungsi UKM ada fungsi yang lebih penting lagi,” ucap Johan.

Ke depannya, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan, pihaknya akan terus membina dan memberi arahan pengembangan usaha UD Haris Elektronik milik Muhammad Kusrin. Ini agar nilai jual TV rakitan warga Karanganyar, Jawa Tengah itu, lebih meningkat.

“Kreativitas dan inovasi ditambah koordinasi dengan para aparat pembina dapat meningkatkan kualitas produk IKM dan menghindari pelanggaran hukum,” kata Menteri Saleh Husin.

Saat ini Kusrin masih merakit TV tabung atau TV CRT. Ke depannya, ia ingin merakit TV LED dan memasarkannya secara lebih luas.


Sumber : detik.com
Sumber Gambar Sampul : detik.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu