Lupa Sandi?

Generasi EMAS (Einstein Dari Masjid): Tumbuhkan Keterampilan Berpikir Ilmiah, Cetak Calon Ilmuwan Masa Depan

Asro Sikumbang Minangkabau
Asro Sikumbang Minangkabau
0 Komentar
Generasi EMAS (Einstein Dari Masjid): Tumbuhkan Keterampilan Berpikir Ilmiah, Cetak Calon Ilmuwan Masa Depan

Caption (Sumber Gambar)Mencetak Generasi EMAS (Einstein dari Masjid)

Dalam tiap detiknya dunia ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan yang kian pesat. Berbagai inovasi dan penemuan seakan tak henti-hentinya bermunculan dari seluruh penjuru dunia. Inovasi dan penemuan ini tentu tidak lantas lahir begitu saja, melainkan buah dari keterampilan berpikir ilmiah para pemikir dan pengembang ilmu.

Namun sayangnya system pembelajaran di sekolah yang seharusnya menjadi sarana menumbuhkembangkan keterampilan berpikir ilmiah siswanya, ternyata seringkali jauh dari apa yang diharapkan. Karena yang banyak terjadi, konten pelajaran di sekolah, diberikan secara kaku dan cenderung teoritis. Akibatnya, siswa hanya melakukan hafalan dari konten pembelajaran, dibandingkan untuk melakukan pemahaman. Padahal semestinya, belajar berpikir ilmiah bukanlah mengajarkan siswa untuk menghafal fakta dan teori orang lain, namun justru mengajak siswa untuk mengeksplorasi fakta dan teori tersebut sehingga didapatkan pemahaman yang orisinil dari diri siswa sendiri.

Bertolak dari permasalahan tersebut, lima orang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) Muhammad Cahya Rizky Ananda (Sosek 2013), Bima Dananjaya (Sosek 2013), Nadila Diana (Sosek 2013), Riza Adityawati (Agribisnis 2014), dan Nisfi Fariatul Ifadah (Agroekoteknologi 2015) menyelenggarakan program yang bertajuk “Mencetak Generasi EMAS (Einstein dari Masjid)” sebagai bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa dibawah bimbingan Rachman Hartono, SP, MP. Dalam program tersebut, mereka bersama dengan puluhan volunteer lainnya mengajak santri-santri TPQ Al-Muttaqien yang bertempat di Jl. MT. Haryono Gg Brawijaya III mengasah keterampilan berpikir ilmiahnya melalui berbagai eksperimen hands-onyang interaktif.

Baca Juga

“Program Generasi EMAS ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir ilmiah dari para santri TPQ Al-Muttaqien. Mereka kami ajak untuk menelusuri serangkaian proses berpikir sistematis-logis layaknya sorang saintis, melalui berbagai eksperimen sains”, ujar Muhammad Cahya Rizky Ananda selaku ketua pelaksana program yang telah melaksanakan program selama empat bulan terakhir, mulai 12 Maret lalu.

Ia menambahkan, bahwa program ini juga menjadi ajang untuk menggali potensi-potensi saintifik dari para santri, sehingga berpeluang untuk mencetak generasi ilmuwan muslim masa di masa depan.

Kepala TPQ Al-Muttaqien, Muttaqin, S.Ag., M.PdI yang juga secara langsung mengawasi serangkaian jalannya program ini menuturkan bahwa penyelenggaraan program ini sangat terasa dampaknya kepada para santri. Hal ini terlihat dari kemajuan yang diraih oleh santri dalam hal menyelesaikan berbagai kasus yang diberikan oleh kakak-kakak mahasiswa. Beliau juga menambahkan bahwa selesainya program ini tidak lantas menjadikan terhentinya kegiatan positif ini, karena menurutnya aktivitas bereksperimen sains ini akan diadopsi untuk menjadi kurikulum tetap di TPQ Al-Muttaqien yang dimasukkan dalam sesi Akisinisa (Akidah, Seni dan Keterampilan) di tiap hari Jum’at.

Secara keseluruhan, capaian pelaksanaan program ini telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Ini terlihat dari rekam penilaian terhadap performa santri yang dilihat dari aspek curiosity, kemampuan memberikan hypothesa, testing, argumentasi, dan penarikan kesimpulan dari para santri yang terus meningkat. Hal ini tentunya menjadi peluang dalam mencetak calon Einstein dari masjid di masa yang akan datang.

Karya ilmiah ini telah  dinyatakan lolos dan diundang ke Korea Selatan untuk dipresentasikan karya pada tanggal 3-4 September 2016 dalam Conference of Indonesian Students Association in South Korea (CISAK) yang merupakan sebuah program dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA) yang telah digelar sejak 2008. CISAK merupakan ajang bagi mahasiswa Indonesia yang belajar di seluruh dunia untuk berinteraksi, berdiskusi, dan meningkatkan pengetahuan mereka demi mengejar masa depan Indoensia yang lebih baik.




Sumber : http://prasetya.ub.ac.id/berita/Generasi-EMAS-Tumbuhkan-Keterampilan-Berpikir-Ilmiah-Cetak-Calon-Ilmuwan-Masa-Depan-18557-en.html
Sumber Gambar Sampul : http://prasetya.ub.ac.id/berita/Generasi-EMAS-Tumbuhkan-Keterampilan-Berpikir-Ilmiah-Cetak-Calon-Ilmuwan-Masa-Depan-18557-en.html

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRO SIKUMBANG MINANGKABAU

Freelance, Historian, Humanism, Entrepreneurship, Ambitious, Mysterious, Love Indonesia Explore Indonesia Proud Indonesia ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata