Lupa Sandi?

"The Untold Indonesia", Pelajar Indonesia di Jepang Berkarya dalam Indonesian Week 2016

Ayu Larasati
Ayu Larasati
0 Komentar

Rasa rindu akan keelokan budaya Indonesia ketika berada di negeri seberang agaknya dapat terobati dengan menghadirkan pesona tanah air. Kecintaan akan budaya Indonesia pun dapat mengemuka dan dinikmati bersama oleh warga dunia. Semangat itu kembali dipancarkan segenap pelajar Indonesia di Ritsumeikan Asia Pasific University (APU), Beppu, Oita, Jepang lewat pagelaran Indonesian Week 2016 mulai 11 Juli hingga 15 Juli 2016.

Indonesian Week merupakan bagian dari Multicultural Weeks yang tiap dua kali dalam setahun diadakan oleh komunitas pelajar APU dari beragam latar belakang budaya. Tidak hanya menangani pelaksanaan acara, pelajar Indonesia berkolaborasi dengan pelajar dari kewarganegaraan lain di APU menjadi kelompok penampil seni. Sejak 2002, pekan budaya tersebut ampuh menarik perhatian hampir 1000 pengunjung asing, baik lokal maupun internasional di wilayah Beppu.

Tahun ini, Indonesian Week yang mengusung tema The Untold Indonesia diselenggarakan dalam enam hari. Kegiatan akan dibuka dengan parade seni yang berlangsung di sekitar area kampus APU, sekaligus sebagai pembukaan INA Corner dan Ethnic Food atau pameran makanan khas Indonesia. Kekayaan budaya Indonesia kemudian dipamerkan di 1001 Malam, yang diterjemahkan dari karya populer “1001 Nights”. Batik Day pada hari berikutnya mengajak pengunjung untuk memahami seni batik Indonesia lewat workshop pembuatan batik dan diskusi batik yang dihadiri oleh desainer dan ahli batik dari Jepang, Reiko Neshige.

Salah satu penampilan tari di Indonesian Week
Salah satu penampilan tari di Indonesian Week

Seminar Indonesian Week akan mendatangkan Wakil Duta Besar Indonesia di Tokyo Ben Perkasa Drajat dan Emil Dardak, Bupati Trenggalek sekaligus alumni APU, membahas mengenai perjalanan Indonesia dalam naungan Komunitas Ekonomi ASEAN. Tidak ketinggalan, rupanya, sisi mistis Indonesia yang ternyata masih dianggap hal yang patut diperkenalkan. Adalah Indonesian Haunted House “Lawang Sewu” yang akan menampilkan bagaimana Indonesia melestarikan unsur mistis dalam kebudayaannya. Indonesian Week 2016 akan ditutup dengan Grandshow berjudul “Playing God, kombinasi penampilan tradisional dan drama bernuansa Indonesia.

Baca Juga

Seperti dilansir dari Kompas.com, Riz Arzaf selaku ketua panitia Indonesian Week 2016 mengatakan bahwa acara semacam ini membantu memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia di kalangan mahasiswa dan komunitas internasional di Jepang. Indonesian Week menjadi sarana bagi komunitas mahasiswa internasional untuk meningkatkan kemampuan dan kerjasama antarbangsa.  Secara tidak langsung, hal itu turut mempererat hubungan antarbudaya dengan segala keberagamannya.

Bisa dibilang Indonesian Week menjangkau poin-poin budaya Indonesia yang cukup lengkap, hingga menyajikan kuliner Indonesia bagi para pengunjungnya. Toh jarak tidak menghalangi bagaimana menunjukkan rasa bangga pada Indonesia.

Sumber : Kompas.comIndonesian Week FacebookIndonesian Week
Sumber Gambar Sampul : indonesianweek.com

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AYU LARASATI

The true finding. Curiosity may takes me far, faith does make me act. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara