Lupa Sandi?

Kalimantan Timur Jadi Model Pembangunan Hijau Dunia

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Kalimantan Timur Jadi Model Pembangunan Hijau Dunia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur secara resmi mendeklarasikan program Green Growth Compact atau GCC yang merupakan inisiatif Kaltim untuk membangun suatu gerakan menjadikan Kaltim sebagai model pembangunan hijau yang baru untuk Indonesia dan dunia dengan menonjolkan kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Kaltim sendiri menjadi satu dari tiga provinsi di dunia bersama dengan Provinsi Para, Brazil dan Provinsi Yukatan, Meksiko yang menjadi model percontohan pembangunan hijau oleh Global Green Growth Institute (GGGI), lembaga internasional (inter governmental) yang menaruh konsen besar dalam pembangunan ekonomi hijau karena dinilai telah memiliki modal yang paling siap untuk membangun berbagai infrastruktur yang lengkap.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menuturkan salah satu misi Kaltim Maju 2018 yakni mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta berperspektif perubahan iklim dengan tujuan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Upaya tersebut dilakukan dengan penanaman 1 Juta batang bibit, rehabilitasi hutan dan lahan, rehabilitasi hutan mangrove dan rehabilitasi DAS prioritas seluas 11.160 hektare.

Pembangunan ekonomi hijau adalah model pembangunan yang akan memberi perhatian besar terhadap aspek-aspek kelestarian lingkungan dan tidak hanya sekedar mengandalkan pertumbuhan ekonomi berdasarkan kekuatan persediaan sumber daya alam tak terbarukan (unrenewable resources).

"Kita bisa melihat pengalaman yang kurang bagus ketika kita tidak memikirkan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Setelah booming kayu berpindah ke pertambangan batu bara. Angka pengangguran meningkat dengan sangat tajam. Jika tidak kita antisipasi, usai booming batu bara, jumlah pengangguran pasti akan lebih besar lagi. Ini harus kita waspadai dari sekarang," kata Awang Faroek, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltim, H Bere Ali saat membuka Workshop Kerjasama Kalimantan GGGI di Samarinda, Kamis (18/7).

Baca Juga

Sementara itu, Country Program Director Indonesia GGGI, Anna van Paddenburg, menjelaskan, kerjasama dilakukan untuk membantu Pemprov Kaltim mencapai sustainable development (pembangunan berkelanjutan) dengan cara mengembangkan green growth economy.  

"Hal penting yang harus kita lakukan adalah mengubah cara pandang pertumbuhan ekonomi yang sekaligus mengurangi kemiskinan yang inklusif dengan tetap menjaga ekosistem lingkungan. Kerjasama kami lakukan, karena visi Kaltim saat ini yang sudah mengarah ke arah itu," ujar Anna.

Menurutnya, pembangunan ekonomi Kaltim ke depan harus mempertimbangkan 3 hal penting, yakni jaminan pertumbuhan ekonomi, jaminan peningkatan kesejahteraan sosial dan kelestarian ekosistem lingkungan hidup.

Sumber : Antara bisnis.com kaltimprov.go.id
Sumber Gambar : National Geographic

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie