Lupa Sandi?

Jangan Salah, Internet Indonesia Lebih Ngebut dari Korea

Sayyid imron
Sayyid imron
0 Komentar
Jangan Salah, Internet Indonesia Lebih Ngebut dari Korea

Sebuah perusahaan penyedia jasa distribusi konten melalui koneksi internet secara global, Akamai merilis sebuah data tentang kecepatan internet seluruh negara di dunia. Data tersebut berisi bagaimana kemampuan internet masing-masing negara pada Kuartal Pertama (Q1/Januari-Juni) 2016. Uniknya, Indonesia berada di urutan ketiga dalam daftar tersebut.

Memang bukan rahasia lagi ketika berada dalam dunia maya, koneksi internet Indonesia belum terasa begitu cepat. Bahkan, koneksi internet sendiri belum tersebar secara merata. Namun, Indonesia dianggap punya potensi besar ketika mencapai titik maksimal.

Perhitungan ini berdasarkan penggunaan IPv4.

Caption (Sumber Gambar)

Baca Juga

deltaintellicom.com

IPv4 adalah jalur untuk koneksi internet terbesar dan paling banyak dipakai.Internet Protocol (IP) ini merupakan protokol inti generasi empat dan telah jadi yang paling bertahan lama. IPv4 juga adalah protokol internet pertama yang menggunakan ARPANET (adalah paket pergantian internet dan jalur koneksi pertama yang menggunakan TCP/IP) sejak 1983.

IPv4 masih digunakan oleh kita, masyarakat Indonesia, untuk 'berselancar' dalam dunia maya. Koneksi ini, secara keseluruhan memiliki rataan kecepatan maksimal mencapai 34,7 Mbps. Hasil tersebut merupakan rata-rata tingkat kecepatan maksimal berbagai negara dan Indonesia ada di urutan ketiga, mengungguli Korea Selatan dan Jepang.

Caption (Sumber Gambar)Data Akamai

Data berjudul State of the Internet menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam rataan kecepatan maksimal yang bisa dicapai internet lokal dengan 110 Mbps. Hebat bukan? Kecepatan ini mengalahkan negara yang dikenal dengan koneksi internet 'dewa', Korea Selatan (103,6 Mbps) dengan tempati posisi empat. Sementara Jepang ada di tempat ketujuh dengan 84,6 Mbps.

Negara di Asia Tenggara lainnya, Singapura dan Hong Kong unggul atas Indonesia dengan posisi pertama (146,9 Mbps) serta kedua (110,3 Mbps).

Meski begitu, rataan kecepatan Internet Indonesia masih masuk kategori 'lambat'.

Caption (Sumber Gambar)coconuts.co

Menurut data serupa, rataan kecepatan Internet Indonesia yang dapat dirasakan orang-orang hanyalah 4,5 Mbps. Hal tersebut menempatkan Indonesia di posisi 94, tapi menunjukkan internet Indonesia telah meningkat 110 persen dari tahun 2015. Sementara Korea Selatan mengisi posisi puncak dengan 29,0 Mbps dan Jepang tempat ketujuh secara 18,2 Mbps. Norwegia adalah di bawah Korea Selatan denan 21,3 Mbps. Akan tetapi, dengan 4,5 Mbps menunjukkan kecepatan Internet Indonesia dan penggunannya semakin membaik.

Internet Indonesia semakin membaik dari tahun ke tahun.

Caption (Sumber Gambar)coconuts.co

Akan tetapi tidak ratanya internet Indonesia masih menjadi masalah utama. Rataan internet masing-masing orang harusnya mencapai 4,5 Mbps. Namun, jumlah pengguna yang bisa mencapai kecepatan seperti itu tidak merata. Hanya beberapa lokasi dan kota besar yang mendapat jatah koneksi tersebut. Namun, bila melihat data serupa, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam penguna internet 4,5 Mbps yang mencapai 46 persen.

Rataan per kuartalnya, dari Q4 2015 (Juli-Desember) ke Q1 tahun, terjadi peningkatan 27 persen untuk pengguna internet 4,5 Mbps. Sementara per tahunnya, pengguna internet Indonesia meningkat secara luar biasa, yakni 674 persen. Hal tersebut yang menempatkan Indonesia di posisi 88 dalam peningkat jumlah pengguna internet 4,5 Mbps.

Bukan hanya data kecepatan internet, tapi juga data-data pengguna dan serangan virus dan bug di dunia maya pun dirilis Akamai. 



Sumber : http://Idntimes.com
Sumber Gambar Sampul : http://cdn.idntimes.com

Follow my blog : http://aridhosayyid.blogspot.co.id

Label:
internet
Pilih BanggaBangga22%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang22%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi11%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG SAYYID IMRON

saya seorang Pelajar SMA yang suka menulis dan Jurnalis lepas (hasil karya karya dikirim ke media elektronik dan cetak), tak mudah jadi jurnalis muda terkenal (meski saya sendiri tak tenar), ngirim" s ... Lihat Profil Lengkap

Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata