Mahasiswa Indonesia Bikin Bangga di Belanda Dalam Ajang TEIMUN

Mahasiswa Indonesia Bikin Bangga di Belanda Dalam Ajang TEIMUN

Mahasiswa Indonesia Bikin Bangga di Belanda Dalam Ajang TEIMUN

Lima mahasiswa Indonesia menorehkan prestasi tertinggi dalam acara debat di forum "The European International Model of United Nations" di Den Haag, Belanda. Peraih prestasi diumumkan panitia pada penutupan acara, akhir pekan lalu.

Prestasi tertinggi diraih Arman Raafi Seiff, Anyssa Rizka, Kenneth Nicolas, Luther Lie, dan Alifa Starlika dari Universitas Indonesia. Kemudian Rayesha Hardono yang juga bekruliah di University of Groningen Belanda.

Untuk Seiff, ia didapuk menerima penghargaan sebagai "Honorable Mention" pada ajang internasional tersebut. Prestasi tersebut diumumkan panitia pada penutupan acara, Minggu 17 Juli 2016.

Rayesha Hardono, salah satu penerima "The Best Delegate", mengaku senang mendapatkan penghargaan ini karena tidak pernah menyangka.

“Tantangannya berat, materinya menantang serta up to date. Saya sampai harus mempersiapkannya dengan baik,” kata Ray, sapaan akrabnya, melalui keterangan pers Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Senin 18 Juli 2016.

Minister Counsellor Penesosbud KBRI Den Haag, Belanda, Azis Nurwahyudi mengatakan, Arman Raafi Seiff juga dari Universitas Indonesia menerima penghargaan sebagai "honorable mention" pada kegiatan tersebut. "The European International Model of United Nations" (TEIMUN) merupakan ajang kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan untuk tingkat mahasiswa, merupakan salah satu "Model of United Nations" tertua yang diselenggarakan di kawasan Eropa.

TEIMUN tahun 2016 diselenggarakan pada tanggal 11-17 Juli 2016 di Den Haag. Dalam forum ini diperlombakan debat dan diskusi dengan menggunakan model pembahasan pada sidang-sidang PBB, khususnya dalam menyelesaikan berbagai kasus resolusi antar bangsa, baik permasalahan bilateral maupun multilateral.

"TEIMUN 2016 diikuti 200 orang peserta dari 51 negara berasal dari lima benua. Terdapat tiga kategori juara yang dilombakan yaitu best delegate, most outstanding delegate, dan honorable mention," kata Azis.

Peserta TEIMUN 2016 dari Indonesia mewakili Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan STAN. Terdapat juga beberapa peserta mahasiswa Indonesia yang mewakili perorangan.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, IGA Wesaka Puja, mengaku bangga atas prestasi yang diraih para mahasiwa.

Ia berbagi pengalaman ketika penugasan sebagai seorang diplomat dan menyampaikan pesan agar para mahasiswa ini terus berprestasi untuk mengharumkan nama Indonesia di berbagai forum internasional.

TEIMUN merupakan ajang kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan untuk tingkat mahasiswa, dan salah satu tertua yang diselenggarakan di kawasan Eropa. Tahun ini TEIMUN diselenggarakan pada 11 - 17 Juli 2016 yang diikuti 200 peserta dari 51 negara yang berasal dari lima benua.

Tema penyelenggaraan MUN tahun ini “Pushing Boundaries: Pursuing A New State of Mind”.

Ajang ini melombakan debat dan diskusi dengan menggunakan model pembahasan pada sidang-sidang PBB, khususnya dalam menyelesaikan berbagai kasus resolusi antarbangsa, baik permasalahan bilateral maupun multilateral.

Sumber : REPUBLIKA VIVA.CO.ID
Sumber Gambar Sampul : VIVA.CO.ID

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Teknologi-Teknologi Senjata Karya Indonesia Ternyata Diminati Timur Tengah Sebelummnya

Teknologi-Teknologi Senjata Karya Indonesia Ternyata Diminati Timur Tengah

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

Pencerita hal-hal baik untuk dunia.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.