Inilah Tantangan Joe Taslim Jadi Alien di Star Trek Beyond

Inilah Tantangan Joe Taslim Jadi Alien di Star Trek Beyond

Inilah Tantangan Joe Taslim Jadi Alien di Star Trek Beyond

Setelah terlibat dalam proyek bergengsi Fast and Furious 6 (2013), aktor Indonesia Joe Taslim akhirnya kembali mendapatkan kesempatan untuk tampil di filmblockbuster Hollywood. Kali ini, bintang The Raid (2011) itu diajak oleh Justin Lin guna bermain di Star Trek Beyond. Pada seri ketiga waralaba Star Trek tersebut Joe berperan sebagai alien bernama Manas.

Menurut aktor La Tahzan(2013) itu, terlibat dalam produksi Paramount Pictures tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga. Bukan hanya karena layar lebar ini bergengsi, tetapi juga kesempatan untuk berkolaborasi dengan orang-orang yang telah diakui reputasinya di dunia film.

"Jadi, saya working with Joel Harlow, dia pemenang Oscar untuk make up special effect. And then he's so good dan kebanyakan emang saya dihandle langsung sama dia," ujar aktor Dead Mine (2012) itu dalam konferensi pers usai press screening Star Trek Beyond di Epicentrum XXI.

Joe Taslim | 21cineplex.com
Joe Taslim | 21cineplex.com

Joe pun mengaku jika Star Trek Beyond adalah proyek yang sejauh ini paling menantang untuknya sebagai seorang aktor. Pasalnya, selain harus menggunakan make up yang tebal dan kostum yang berat, dirinya juga dituntut untuk bisa menampilkan karakter Manas tanpa ada petunjuk sama sekali alias menginterpretasikannya sendiri.

"Memainkan karakter yang bukan saya dan nggak pernah ada, bukan human juga itu challenging. Jadi kalau kita main jadi dokter, lawyer, polisi, ada guidance, tapi ini tidak. Saya harus mikir, create sendiri gimana dia ngomong, mendengar, muter kepala," ungkapnya.

"Proses pemasangan (make up) itu emang luar biasa sih. saya bangun kadang-kadang dijemputnya bisa jam 2 pagi dan harus duduk di make up chair 4-5 jam setiap hari. Sama seperti Idris (Elba), Sofia (Boutella), kita kadang-kadang satu seat sebelahan. Satu minggu pertama sangat-sangat luar biasa, karena cuma ada dua lubang (hidung), jadi kadang susah bernapas segala macem," jelasnya.

Kemudian, ketika ditanya soal adegan yang menjadi favoritnya, Joe menjawab, "Fight Scene paling menarik, karena bobot dari make up yang saya pakai sama kostum itu totalnya 6-7 kilogram. Jadi saya harus memakai itu, kadang di kepala saya semua dipasang dan kostum itu sangat berat. Kalau lagi basah, bisa lebih dari 8 kg dan i have to walk around, lari, berantem. Jadi kadang nggak ada ventilasi selain lubang di hidung dan telinga. It's not easy," tegasnya.

Penasaran seperti apa penampilan Joe Taslim sebagai Manas dan beradu akting dengan aktor-aktor papan atas Hollywood seperti Chris Pine, Simon Pegg, Zachary Quinto, Zoe Saldana dan Karl Urban?

21cineplex.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Masukan Idris Elba untuk Joe Taslim di Film "Star Trek Beyond" Sebelummnya

Masukan Idris Elba untuk Joe Taslim di Film "Star Trek Beyond"

Indonesia Kini Terdepan di Pasar Keuangan Syariah Global Selanjutnya

Indonesia Kini Terdepan di Pasar Keuangan Syariah Global

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.