Indonesia sebagai negara maritim memiliki ribuan pulau didalamnya, salah satu pulau terluarnya bernama Wetar, di Maluku Barat Daya. Berbatasan langsung dengan Timor Leste dan juga Australia, saya pun mendapat kesempatan berharga dapat berkunjung ke pulau indah tersebut. 

Tak ada informasi sedikitpun dari kepulauan ini, hanya terdapat tambang timah dan emas di pulau ini serta laut dalam yang berada di pantainya saja yang saya dapat dari komandan kapal KRI Banda Aceh 593 yang saya tumpangi dari Tanjung priok. Hingga akhirnya hari itu pun tiba, melihat langsung hijaunya pulau ini dengan aura yang sangat dingin terpancar dari pulau. 

Akhirnya saya pun bersandar dibantu LCU (landing craft utility) milik KRI, tak ada hiruk pikuk keramaian di pelabuhan Ilwaki itu, sepi seperti pelabuhan yang tak terpakai. Kesunyian itu pun terpecah ketika warga akhirnya datang menyambut, tarian dan nyanyian khas Maluku Barat Daya mereka suguhkan, menunjukan rasa bahagia mereka menyambut tamu dari jauh. Bersama anak-anak berseragam lengkap dari SD hingga SMA yang ikut menyambut kami dan bendera merah putih kecil ditangan, haru yang saya rasakan saat itu, bangga akan negara Indonesia yang sangat kaya dan ramah warganya. 

Sambutan Anak Wetar
Sambutan Anak Wetar

Kebahagiaan kami dan warga berlanjut ketika kami menuju perumahan warga, disana kami disambut kembali oleh nyanyian yang khusus mereka ciptakan, dengan lirik yang membuat air mata tak dapat ditahan lagi. Ucapan terima kasih karena telah mau berkunjung ke pulau mereka, dari liriknya warga menyatakan bahwa meskipun jauh, ekonomi dan pendidikan seadanya, namun mereka akan tetap mengaku Indonesia. Sesuatu kekayaan dimiliki Indonesia yang tidak dapat dibeli dengan apapun. 

keramahan warga
keramahan warga
lagu sambutan
lagu sambutan

Anak-anak pun terlihat sangat bersemangat dalam belajar, dengan infrastruktur seadanya, ditambah semangat guru-guru yang mengabdikan diri untuk mengajar di pulau ini membuat kami tertegun, mereka ingin Indonesia yang lebih baik. Kecerdasan anak Wetar mereka terus kembangkan dan dijaga sebaik mungkin. Negara harus hadir dalam hal ini, sehingga nantinya ada calon presiden dihasilkan dari pulau terluar seperti Wetar, hingga mereka dapat memperhatikan pagar negara kita semua Indonesia. 

Kalwedo! Ucapan persatuan yang biasa diucapkan masyarakat Maluku Barat Daya. Indonesia Jaya. 


Sumber : Novan Nurul Alam
Sumber Gambar Sampul : Novan Nurul Alam

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu