Lupa Sandi?

Menyusuri Pesona Indah Pantai Baron di Gunung Kidul Yogyakarta

Achmat Saputra
Achmat Saputra
0 Komentar
Menyusuri Pesona Indah Pantai Baron di Gunung Kidul Yogyakarta

Tempat wisata pantai memang sudah menjadi favorit pengunjung saat berlibur kemanapun, tak terkecuali Pantai Baron ketika kita berlibur ke Yogyakarta. Pantai yang berlokasi di Desa Kemdang, Kecamatan Tanjung Sari, Yogyakarta ini menyuguhkan pemandangan yang sangat indah.Untuk sampai ke pantai ini harus menempuh jarak ± 40 km dari kota Yogyakarta. Jika menggunakan kendaraan pribadi dari kota Yogyakarta, Pantai Baron dapat ditempuh melalui Wonosari dengan rute : Jogjakarta – Jalan Wonosari (30 km) – Kota Wonosari – Jalan Baron (20 km) – ikuti papan penunjuk jalan yang mengarah ke Pantai Baron. Jalur yang melewati Wonosari lebih banyak dipilih karena akses jalan cukup mulus dengan papan penunjuk jalan yang memadai.

Bersama di Pantai Baron
Bersama di Pantai Baron

Ketika mendengar nama pantai ini, pasti akan timbul pertanyaan di benak kita. Nama ini memang sedikit mengganjal karena tidak berkesan “Njowo” sama sekali, berbeda dengan nama-nama pantai tetangganya seperti Krakal, Kukup dan Indrayanti. Lebih aneh lagi, kata "baron" ini sebenarnya berasal dari gelar terendah para bangsawan di berbagai kerajaan Eropa pada abad pertengahan. Bagaimana mungkin kata yang begitu “londo” ini menjadi nama sebuah pantai yang agak terpencil di Gunungkidul? 

Ternyata usul punya usul, nama pantai ini merujuk pada tokoh ketoprak Baron Sekeber. Tidak seperti tokoh ketoprak pada umumnya, si Baron Sekeber ini seorang bangsawan Belanda (ada juga yang bilang Spanyol atau Portugis) dengan ilmu kesaktian tinggi, bahkan pernah melawan Panembahan Senopati sang pendiri Kesultanan Mataram. Nah, pada tahun 1930-an pantai ini digunakan sebagai tempat persembunyian dan penyimpanan senjata oleh Belanda, namun belum banyak warga lokal yang tinggal di sekitarnya. Kami pun berpikir, mungkin saja pantai ini dinamai Pantai Baron karena ada banyak orang Belanda yang pernah tinggal di sana, kemudian disangkut-pautkan dengan legenda Baron Sekeber. Pantai ini pun akhirnya dinamai sebagai Pantai Baron untuk mengenang kisah si bule sakti tersebut (AH Farhani, 2008).

Tempat wisata ini juga banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara karena terkenal akan keindahannya. Selain itu pantai ini juga terkenal dengan aneka olahan masakan lautnya.

Para wisatawan juga diperbolehkan untuk berenang di pantai ini tapi dengan pengawasan petugas pantai dikarenakan ombak pantai ini termasuk besar. Di pantai ini para wisatawan dapat menikmati sejuknya udara yang berhembus, matahari terik yang menyentuh permukaan kulit, serta panorama alam yang menakjubkan. Di pinggiran pantai para wisatawan juga dapat melihat kapal-kapal nelayan yang sedang berparkir rapi karena pantai ini juga terkenal sebagai tempat untuk para nelayan berlayar mencari ikan.

Perahu nelayan berjajar rapi di bibir pantai
Perahu nelayan berjajar rapi di bibir pantai

Untuk tiket masuk pantai ini juga sangat terjangkau, pengunjung hanya membayar Rp. 5.000,- per kepala, dengan biaya parker mobil Rp. 5.000,- dan parker motor Rp. 2.000,- pengunjung dapat bisa langsung menikmati indahnya Pantai Baron ini.

Meloncat semakin tinggi
Meloncat semakin tinggi

Sumber : Achmat Saputra
Sumber Gambar Sampul : Achmat Saputra

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ACHMAT SAPUTRA

S I M P L E - Student at Electronic Engineering Polytechnic Institute of Surabaya - Majoring in Multimedia Broadcasting Technology ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara