Lupa Sandi?

Jembatan Akar di Indonesia

Nur Khamdah
Nur Khamdah
0 Komentar
Jembatan Akar di Indonesia

Akhir bulan April lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi saudara-saudara suku Baduy di Banten. Waktu itu saya ikut open trip. Meeting pointnya adalah Stasiun Duri. Setelah semua berkumpul, kami naik Kereta Merak Express pada pukul 07.14 dengan tujuan Stasiun Rangkas Bitung dengan harga tiket Rp8.000,00. 

Sesampainya di Stasiun Rangkas Bitung, kami dijemput oleh Mobil ELF untuk diantar ke pos terdekat menuju Jembatan Akar. 

Sampai di pos, kami disambut oleh saudara-saudara dari Baduy Dalam. Mereka mudah dikenali dengan baju putih/hitam, kain/sarung hitam bergaris-garis putih dan ikat kepala putih serta tidak memakai alas kaki. Setelah berkenalan, kami bersiap-siap untuk treking menuju Jembatan Akar. Perjalanan ke Jembatan Akar ditempuh selama sekitar 2 jam. Kecepatan jalan kami sangat perlahan karena banyak berhenti untuk menikmati pemandangan disepanjang jalan sambil mengambil nafas.

Pemandangan selama perjalanan ke Jembatan Akar
Pemandangan selama perjalanan ke Jembatan Akar

Trek menuju Jembatan Akar cukup sulit dengan kontur tanah yang licin dan naik turun. Sebelum berangkat ke Baduy, disarankan untuk berolahraga rutin agar kaki terbiasa berjalan untuk mencegah cidera. Juga disarankan untuk membawa trekking pole (disarankan untuk membawa 2, kanan dan kiri agar seimbang). Namun jika tidak punya, jangan panik karena saudara-saudara dari Baduy Dalam menemani kita serta bersedia menggandeng tangan kita/membantu kita jika mengalami kesulitan.

Trek menuju Jembatan Akar
Trek menuju Jembatan Akar

Saat mendengan gemericik angin, kami berjalan lebih semangat karena berarti sebentar lagi kami akan sampai di pinggir sungai Cisemeut. 

Sungai Cisemeut
Sungai Cisemeut

Dan benarlah, kami sampai ke Jembatan Akar! Alhamdulillah. Pertama kali melihat jembatan ini saya berucap 'luar biasa sang pembuatnya, pasti membutuhkan keterampilan, kesabaran dan kepercayaan terhadap alam (Tuhan) saat menjalinnya'. Jembatan Akar ini dijalin dari akar dua pohon di masin-masing sisi Sungai Cisemeut. Ditengah-tengah jembatan dipasang bambu sebagai pijakan. Benar-benar merupakan sebuah kolaborasi antara manusia dan alam. 

Bersama Sapri, saudara muda dari Baduy Dalam yang menemani kami treking ke Jembatan Akar
Bersama Sapri, saudara muda dari Baduy Dalam yang menemani kami treking ke Jembatan Akar

Pada akhir Juni lalu saya berkesempatan untuk berkunjung ke Sumatera Barat. Sumatera Barat memiliki terlalu banyak tempat wisata namun saya memiliki terlalu sedikit waktu sehingga saya harus memilih. Pada hari terakhir kunjungan saya, saya memutuskan untuk melihat 'saudara jauh' Jembatan Akar Baduy yang terletak di Kecamatan Bayang, Kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Berbeda dengan Jembatan Akar Baduy, kali ini tidak diperlukan treking selama 2 jam, cukup bayar parkir sebesar Rp5.000,- dan berjalan sekitar 20 meter, saya sudah sampai ke Jembatan Akar. Jembatan Akar ini dijalin dari dua pohon dikedua sisi Sungai Batang Bayang 

Jembatan Akar Painan
Jembatan Akar Painan

Main air dipinggir Sungai Batang Bayang ternyata seru lho. Airnya segar, bersih dan jernih. Batu-batu kecil di pinggir sungai tampak berwarna-warni. 

Sungai Batang Bayang yang jernih dan segar
Sungai Batang Bayang yang jernih dan segar

Ketika saya bermain air di bawah Jembatan Akar Painan ini, saya melihat seorang ayah-anak belajar berenang di pinggir sungai ini. Kejadian yang membuat hati meleleh.

Belajar Berenang di alam bersama Ayah
Belajar Berenang di alam bersama Ayah

Semoga para pelancong Indonesia dapat menghargai alam, menjaga kebersihan di tempat wisata meskipun sudah membayar tiket masuk dan parkir dan mencengkeram erat pemahaman ini 'take nothing but picture, leave nothing but footprint'.

Selamat berkeliling Indonesia.


Sumber : Koleksi Pribadi
Sumber Gambar Sampul : Koleksi Pribadi

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG NUR KHAMDAH

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie