Lupa Sandi?

Tradisi Balon Udara Kertas, Tradisi Perayaan Kemenangan

Fadkus .
Fadkus .
0 Komentar
Tradisi Balon Udara Kertas, Tradisi Perayaan Kemenangan

Bulan Suci Ramadahan adalah bulan yang sangat dinantikan , di wilayah Kabupaten Wonosobo ada kegiatan tersendiri di bulan ini , para remaja dan anak anak bahkan orang tua mulai melakukan persiapan untuk membuat Balon Udara Kertas. Balon Warna warni yang terbuat dari lembaran lembaran kertas minyak atau kertas bungkus makanan yang disatukan dan di buat motif yang indah dan unik . Balon udara kertas ini akan menghiasi seluruh wilayah wilayah di kabupaten Wonosobo ketika lebaran hari  pertma ahingga hari kelima, dimana perayaan kemenagan Hari Raya berlangsung .

Disalah satu mushola Desa Kembaran Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo setiap selesai sholat tarawih berjamaan para remaja dan anak anak di temani oleh para Orang tua di lingkungan stempat mulai memotong motong kertas dan merangkai bagian bagian motif untuk di jadikan balon udara kertas, bahan yang di pakai memang relative terjangkau hanya terbuat dari kertas dan lem kertas, dan sdikit bilah bambo di ujung bawah sebagai jalan masuk asap ketika di terbangkan. Biaya pembuatan balon ini  sekitar 1 juta hingga 2 juta per balonnya tergantung ukuran besar kecilnya balon yang di buat, biaya ini di tanggung bersama oleh masyarakat setempat demi tradisi warisan yang sudah di jaga selama 60 tahun terakhir, dan merupakan tradisi Balon unik satu satunya di Indonesia .Ukuran Balon yang bisa mencapai tinggi 12 meter bahkan 20 meter dengan diameter bias mencapai 8 meter ini di buat dan dipersiapkan selama bulan puasa, setiap mushola atau masjid rata rata membuat sekitar 3 buah balon , tergantung dana yang tersedia. Proses Pembuatan satu buah bias menghabiskan waktu selama 2 minggu sehingga jauh hari sebelum lebaran datang persiapan pemotongan dan motif sudah di lakukan.

Membuat Balon udara
Membuat Balon udara

Saat hari raya idul fitri tiba, setelah pelaksanaan sholat ied , balon balon ini mulai di terbangkan sebagai tanda hari kemenangan telah datang, ratusan balon udara kertas mengankasa menghiasi langit wonosobo, dari berbagai arah dan sudut sudut wilayah balon balon ini di terbangkan , halaman mushola, halaman masjid dan lapangan menjadi tempat menerbangkan balon balon berukuran besar , sekilas kita akan menyaksikan Eropa Kecil di wilayah ini, langit dengan hiasan warna warni balon udara kertas yang exotic, indah dan mempesona mengangkasa dan menari nari di langit Wonosobo.

Anak anak pun terlibat dalam penerbangan balon
Anak anak pun terlibat dalam penerbangan balon

 Remaja anak anak dan orang tua semuanya akan terlibat menerbangkanya, mereka harus bekerja sama bahu membahu mulai dari menyiapkan tungku asap dari kayu , menaikan balon di ujung tiang bambu yang telah di tancapkan di tanah sebelumya sebagai dengan tali plastik sebagai acuan untuk memasukan asap ke dalamnya, hingga bersam sama melepaskannya , Nuansa Kebersamaan , Kerukunan dan Saling merayakan kemenangan akan tergambar dari tradisi unik ini. Setiap pagi sebelum angin berhembus kencang balon balon ini harus di terbangkan jika tidak maka balon bisa pecah saat di isi asap jika hembusan angin kencang datang.Selama lima hari mulai hari pertam lebaran hingga hari kelima lebaran  balon balon ini terus mengangkasa menhiasi langit wonosobo, bahkan dahulu kegiatan ini di festifalkan dan dilombakan pada puncak penerbangan hari kelima lebaran.

Baca Juga
Bersama sama menerbangkan
Bersama sama menerbangkan

Dua tahun terakir ini dengan adanya Regulasi Pemerintah yang sedianya akan melarang Tradisi ini sangat di sayangkan oleh berbagai kalangan, konon balon udara yang bisa terbang hingga ketinggian 30 ribu kaki ini menganggu lalu lintas pesawat penerbangan baik domestic dan mancanegara. Memang jika balon raksasa di isi penuh asap pekat nahkan di gantungkan sumbu hidup menyala di bawahnya balon ini mampu mengankasa sangat tinggi melebihi jalur penerbangan, tetapi saat ini balon udara yang di terbangkan di beri system sederhana seingga balon tersebut hanya akan terbang mencapai ketinggian tertentu kemudian kembali turun sehingga tidak akan menganggu dunia penerbangan, hal ini lah yang seharusnya bisa di kondisikan dan sosialisasikan secara benar sehingga tradisi unik ini tetap lestari sampai kapanpun.

Balon udara yang siap mengangkasa
Balon udara yang siap mengangkasa

Sampai saat ini masyarakat Wonosobo tetap menjaga tradisi Balon Udara , meskipun ada larangan pemerintah, bagi mereka tradisi tetap tradisi , salut untuk masyarakat yang menjaga teguh tradisi ini.      ( Fadkus)

Sumber : fadkus
Sumber Gambar Sampul : fadkus

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FADKUS .

simple ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie