Game "Sewidak" Buatan Siswa SMAN 10 Yogya Ini Jadi Juara di Microsoft Youth Spark 2016

Game "Sewidak" Buatan Siswa SMAN 10 Yogya Ini Jadi Juara di Microsoft Youth Spark 2016

Game "Sewidak" Buatan Siswa SMAN 10 Yogya Ini Jadi Juara di Microsoft Youth Spark 2016

Di bumi yang sudah tua ini, semakin banyak kerusakan alam yang terjadi baik itu secara alami maupun karena ulah manusia. Dari permasalahan ini, Hanif Bayu Ismail dan tiga rekannya dari SMAN 10 Yogyakarta menciptakan permainan bernama “Sewidak”.

“Sewidak” merupakan bahasa Jawa dari 60. Menurut Hanif, angka 60 itu sudah menunjukkan usia manusia yang mulai renta dan menjelang meninggalkan bumi. Akhirnya, bersama Dino Satria Siambodo, Muhammad Iksan, dan Lintang Pertiwi membuat permainan ini untuk diikutkan dalam program Microsoft Youth Spark 2016. Permainan edukasi inipun berhasil memperoleh juara dalam ajang tersebut.

Hanif mengisahkan, awalnya sekolah mengumumkan kepada para siswa mengenai program tersebut. "Saat itu kami mengajukan diri untuk ikut. Dari sekolah ini ada dua tim yang mendaftar," ujar Hanif saat ditemui Kompas.com di SMAN 10 Yogyakarta.

Permainan Sewidak ini adalah permainan petualangan manusia untuk mencari planet tempat lain sebagai tempat tinggal karena Bumi sudah tidak layak dihuni lagi akibat pekatnya polusi udara. Kata “sewidak” sendiri merupakan akronim dari sejatining wis tindak (sebenarnya sudah pergi).

"Manusia di umur 60 itu sudah waktunya atau menjelang meninggalkan Bumi. Agar generasi selanjutnya tetap bisa hidup di Bumi, maka setiap manusia harus peduli dan menjaga alam," tutur Hanif.

Dalam permainan ini terdapat beberapa karakter, yakni manusia, robot baik, dan robot jahat. Ketika manusia memulai petualangannya, ia akan berhadapan dengan para robot. Robot yang baik nantinya akan membantu manusia untuk menemukan tempat baru, sementara robot yang jahat akan menjadi penghalangnya. Manusia dalam permainan ini akan menghadapi robot-robot jahat tersebut agar mampu menempati satu planet yang sudah ditemukan.

Melalui permainan ini, Hanif dan rekan-rekan satu timnya ingin mengajak manusia agar peduli dengan kelestarian alam dan lingkungan kita di Bumi ini agar tetap dapat dihuni oleh manusia.

"Kita ingin mengampanyekan untuk mari bersama-sama peduli melestarikan alam dan lingkungan. Kalau tidak, ya mungkin kejadiannya akan seperti di game ini," kata Hanif.


Sumber : kompas.com
Sumber Gambar : kompas.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih100%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menikmati Gempita PrepCom 3 UN Habitat III di Kota Pahlawan Sebelummnya

Menikmati Gempita PrepCom 3 UN Habitat III di Kota Pahlawan

Mulai Desember, 4 Stasiun di Jawa Timur Ini Berganti Nama. Sudah Tahu? Selanjutnya

Mulai Desember, 4 Stasiun di Jawa Timur Ini Berganti Nama. Sudah Tahu?

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

Pencerita hal-hal baik untuk dunia.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.