Lupa Sandi?

Surga Kecil di Kota 1001 Goa

winda rahmawati
winda rahmawati
0 Komentar
Surga Kecil di Kota 1001 Goa

Hari ini umurku tepat  19 tahun, 19 tahun pula aku tinggal di Indonesia, memakai airnya, memanfaatkan tanahnya, menikmati indahnya pemandangan Indonesia yang tentu saja tak dimiliki negara lain. Mungkin perlu berjuta kata untuk melukiskan indahnya negeri ini, perlu ribuan kiasan yang tak berujung untuk menggambarkan betapa kayanya Indonesia.

Sejak kecil aku tinggal disalah satu wilayah Indonesia, kota kecil yang menyimpan berjuta keunikan dan keindahan alam yang masih terjaga keasriannya. Yaitu Kota Pacitan, Kota Pacitan dengan sebutannya Kota 1001 Goa, karena memang banyak sekali goa di Pacitan dengan keunikan yang berbeda-beda. Diantaranya; Goa Gong yang disebut-sebut sebagai goa terindah se-Asia Tenggara. Goa Tabuhan dengan keunikan stalagtit yang dapat ditabuh dan berbunyi serupa gamelan. Goa Luweng Jaran yang panjang lorong goanya berkisar 48 km menuju perut bumi. Goa Song Terus yang sering digunakan arkeolog untuk meneliti sejarah manusia purba.

Selain menawarkan Goa-Goa yang indah dan masih alami, Pacitan juga menyuguhkan pantai-pantai yang indah dan tak kalah menariknya. Diantaranya; Pantai Klayar, pantai yang sudah sangat terkenal karena keunikan seruling lautnya. Pantau Srau sebagai salah satu pantai yang terindah di Pulau Jawa. Pantai Watu Karung dengan ombaknya yang menantang bagi peselancar. Pantai Banyu Tibo dengan keunikan air terjun kecilnya sebelum lepas pantai. Sunga Maron “Amazon ala Pacitan”. Pantai Teleng Ria yang menyuguhkan keindahan dengan dengan ombaknya yang tenang cocok untuk rekreasi keluarga. Pantai Pidakan dengan keunikan batu kerikil yang mendominasi bibir pantai. Pantai Soge dengan sunset yang mengagumkan. Pantai Buyutan dengan pasir putih yang sangat lembut. Pantai Taman dengan flying fox meluncur dari atas bukit yang sangat memacu adrenalin. Pantai Karang Bolong, Pantai Seruni, Pantai Tawang, Pantai Kali Uluh, dan Pantai Kunir yang semua nya sangat menarik untuk dikunjungi.

Tak hanya mengunggulkan tempat-tempat wisatanya, Pacitan juga sangat menjaga adat istiadat dari leluhurnya. Diantaranya; Upacara Baritan sebagai tolak bala disaat ada bencana ataqu wabah penyakit. Upacara Adat Jangkrik Genggong sebagai acara bersih desa. Upacara Adat Badhutan Sinampurna . Upacara Adat Mantu Kucing dengan keunikannya menikahkan kucing betina dari desa tetangga dengn kucing jantan dari Desa Purworejo, diadakan ketika kemarau panjang agar segera diturunkan hujan. Upacara Adat Ceprotan diadakan untuk bersih desa dengan menggelar Sendratari Endang Loro Tompe. Upacara Larung Samudro diadakan setiap bulan suro. Upacara Adat Tetaken. Kethek Ogleng sebuah seni tari dari masyarakat Desa Tokawi Kecamatan Nawangan. Jaranan Pegon, dan masih banyak lagi. Itulah alasan mengapa Kota Pacitan sangat dikagumi bagi banyak orang yang tinggal atau pernah berkunjung ke Kota Pacitan, dan aku sangat bangga tinggal di negeri ini surga kecil yang tersembunyi dan akan terus terjaga sebagai ciptaan-Nya yang paling indah.



Sumber :
Sumber Gambar Sampul : FOTO PRIBADI

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG WINDA RAHMAWATI

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap