Lupa Sandi?

Uniknya Toleransi Keberagaman Agama Dalam Grebek Memetri

Diajeng Mayangsari
Diajeng Mayangsari
0 Komentar
Uniknya Toleransi Keberagaman Agama Dalam Grebek Memetri

Grebek memetri merupakan acara adat yang dilakukan setiap bulan agustus setiap tahunnya yang di tandai dengan dimulainya kirab budaya dan penguburan kepala sapi sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas segala rizky keselamatan dan rezki yang telah diterima acara ini berpusat di dusun ngadipuro kecamatan tutur kabupaten pasruan dimana semua masyarakat ikut berpartisipasi dalam acara ini. Acara ini dimulai dengan dengan acara pembuatan panitia, kemudian istighosah dimana setiap pemuka agama dan sesepuh adat desa melakukan doa bersama secara khidmat memohon keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT. Kemudian diikuti dengan acara kirab budaya  

Dimana Barisan pembuka adalah pembawa sepasang gunungan wayang, disusul para pemuka dan sesepuh desa kemudian dibelakangnya tokoh-tokoh kerajaan Amarta dan kereta pembawa kepala sapi yang diiringi musik adat Terbang Jidor bernuansa Islami dan di belakangnya adalah barisan warga masyarakat dari dusun – dusun dengan membawa ancak yang berisi hasil bumi dan . Dan hasil bumi ini  dibentuk sedemikian rupa seperti gunung/gunungan yang disusun dari sayur mayur, buah dll. Pada acara ini para pemuda desa akan membuat ogoh-ogoh yang besar lalu memakai pakian adat masing- masing dan di ikuti oleh kesenian adat seperti kepang, albanjari, reog dll.yang kemudian di kirab dari dusun pancut dan berakhir di dusun ngadipuro yang di tandai dengan acara penguburan kepala sapi di daerah sekitar pasar nongkojajar dimana para sesepuh desa akan melakukan doa sebelum menguburkan kepala sapi kemudian setiap ancak dan ogoh – ogoh yang ada dan telah di do’ai akan di rebut oleh masyarakat sekitas sebai bentuk kepercayaan bahwa yang mendapat bagian dari setiap ancak tersebut akan mendapatkan hal yang baik dari tuhan YME. Setiap dusun akan membuat konsep semenarik mungkin untuk di tampilkan disini yang sangat menggambarkan sifat gotong royong masyarakat dan toleransi dalam masyarakat karena si daerah tutur masih sangat kental dengan adat hindu sebagai agama pertama yang ada di suku tengger.

Acara luhur ini merupakan acara kesenian yang terus dilestarikan dan dikembangkan dalam masyarakat dimana tujuan dari acara ini adalah sebagai Media seni budaya yang dikemas dalam sebuah konsep yang indah, sakral dan bersentuhan dengan nilai-nilai adat leluhur untuk membangun sebuah budaya daerah yang patut untuk dilestarikan dan dikembangkan. Acara ini banyak menarik wisatawan domestik maupun manca negara yang tertarik dengan acara ini. Jadi kita para generasi muda ayo terus kembangkan budaya daerah sebagai identitas suatu bangsa dan saling bertoleransi demi kemakmuran bersama sebab indonesia ini semakin unik dengan keberagaman agama, suku, budayanya.



Sumber : http://1.bp.blogspot.com/_NJ3Z6zVFkj8/SnVRKzqCCgI/AAAAAAAAADo/sl9y2pLDSIY/s320/Sendra+tari+akan+di+mulai.jpg

Baca Juga
Deskripsi gambar untuk jadi gambar
Deskripsi gambar untuk jadi gambar


Sumber Gambar Sampul : http://pbs.twimg.com/media/Bv9hep_CYAE_rxS.jpg:large

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DIAJENG MAYANGSARI

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas