Jelajah 8 Provinsi di Indonesia Tuk Temukan Secuil Keunikan

Jelajah 8 Provinsi di Indonesia Tuk Temukan Secuil Keunikan

Jelajah 8 Provinsi di Indonesia Tuk Temukan Secuil Keunikan

Sejauh ini baru 8 provinsi yang berhasil saya sambangi di usia saya menjelang 27 tahun. Diantaranya Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, Bali dan Sulawesi Utara. Masing-masing memiliki keunikan dan kabar baiknya tersendiri. Kedepannya saya berharap tetap diberi kesehatan dan kesempatan agar supaya mampu memperkaya pengalaman dan mencicipi nikmat Tuhan sembari tetap memberikan kebermanfaatan di usia yang telah diberikan. Aamiin.

Saya sendiri terlahir dan dibesarkan di Pulau Sulawesi tepatnya di Provinsi Sulawesi Utara yaitu di Kota Manado. Kendati demikian, kedua orang tua saya berasal dari Pulau Jawa tepatnya Provinsi Jawa Tengah. Ibu saya berasal dari Banjarnegara dan ayah saya berasal dari Jepara. Di masing-masing wilayahnya memiliki keunikan daerah tersendiri.

Sebut saja Banjarnegara yang terkenal dengan daerah Dieng. Kali pertama saya mengunjungi tempat ini, dada saya berdegup kencang. Panorama keindahannya benar di luar nalar. Saya menyadari betapa kecilnya saya sebagai hamba Tuhan ketika diperhadapkan dengan tebing yang tinggi menjulang di kiri dan kanan badan jalan. Beragam tempat wisata juga dengan mudahnya dapat dijumpai. Seperti misalnya, ketika saya berkunjung ke Sumur Jalatunda yang memiliki keunikan karena unsur mistisnya dimana masyarakat mempercayai bahwa sumur tersebut merupakan pintu gerbang menuju kediaman Ratu Pantai Selatan. Selain itu, adapula Kawah Sleri yang merupakan kawah aktif. Keunikan kawasan Dieng pun diperkuat dengan hamparan candi yang menjadi daya tarik obyek wisata tersendiri. Benar adanya bahwa Dieng menjadi semacam “Negeri di Atas Awan” tempat para Dewa bersemayam. Adapun Kota Banjarnegara sendiri menyajikan keunikan pohon beringin di tengah alun-alun dan kuliner yang khas seperti misalnya es dawet ayu ireng, yang berbeda dengan es dawet ayu kebanyakan yang berwarna hijau yang biasa kita temui. Minuman ini pun masih dipercaya masyarakat sebagai minuman yang mampu membuat kita tetap awet muda. Selain itu Salak Pondoh dan manican Carica juga kerap dipercaya sebagai makanan para Dewa menambah deretan keunikan Banjarnegara.

Dieng, Banjarnegara - Jawa Tengah
Dieng, Banjarnegara - Jawa Tengah

Ketika menyebut Jepara, ingatan pasti langsung tertuju pada sosok pejuang wanita Indonesia yaitu RA. Kartini. Saya beruntung berkesempatan mengunjungi museum RA Kartini. Didalamnya tersedia beragam peninggalan beliau beserta kakaknya, Kartono. Berada di dalam museum tersebut membuat saya memahami bahwa kita benar sekalipun tidak boleh melupakan sejarah. Sebagaimana digaungkan oleh Bung Karno bahwa “Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah)”, semata agar tetap terpeliharanya jiwa patriot dan nasionalisme serta penghargaan terhadap para pejuang di masa lampau. Keunikan lainnya dari Jepara selain museum Kartini yaitu pantai Kartini. Didalamnya kita akan menemukan kura-kura “raksasa”!

Museum Kartini, Jepara - Jawa Tengah
Museum Kartini, Jepara - Jawa Tengah

Setelah napak tilas ke tanah kelahiran ayah dan ibu, selanjutnya saya patut membeberkan keunikan tanah kelahiran saya sendiri yaitu Manado, Sulawesi Utara. Kota yang digadang-gadang sebagai kota 1000 gereja ini memiliki keunikan tersendiri khususnya dalam kerukunan antar umat beragama. Alhamdulillah, beragam suku, agama, ras dan antar golongan tetap bersatu pada dan saling menopang. Jargon “Si tou timou tumou tou” yang dicetuskan oleh tokoh Sam Ratulangi pun menjadi alat yang mampu mempererat kesatuan dan persatuan melalui tindakan tiap manusia hidup untuk saling memanusiakan manusia lainnya dimana unsur gotong royong menjadi landasannya. Selain itu, keunikan alam terletak pada Taman Laut Nasional Bunaken yang kaya akan keindahan bawah lautnya. Bahkan bila beruntung kita dapat menyaksikan tarian lumba-lumba di tengah laut lepas ketika kapal sedang berlayar.

Manado, Sulawesi Utara
Manado, Sulawesi Utara

Di usia menjelang seperempat abad, saya lalu hijrah ke tanah Sunda. Bogor menjadi domisili saya selama kurang lebih hampir 5 tahun lamanya. Berada di kota Hujan ini mengajarkan banyak hal. Keunikannya terutama terletak pada kawasan kebun raya. Jujur saja, saya masih gagal paham apakah Bogor merupakan kota yang berada di tengah hutan ataukah kota yang memiliki hutan didalamnya. Tapi hal ini menjadi tidak begitu penting untuk diperbincangkan karena Kebun Raya Bogor akan tetap menjadi daya tarik tersendiri dan kantong oksigen para warganya. Curug atau air terjun yang dengan mudahnya dijumpai di Kabupaten Bogor pun menjadi salah satu keunikan alam yang luar biasa.

Bogor, Jawa Barat
Bogor, Jawa Barat

Tanah Sunda kerap menyajikan beragam keunikan diantaranya Kampung Naga yang memegang teguh prinsipnya untuk tidak membiarkan diri “terkontaminasi” dunia luar tanpa harus menutup diri. Perekonomian tetap berjalan sebagaimana mestinya melalui jalur niaga. Hanya saja unsur yang dianggap akan merugikan baik secara sosial, ekonomi dan lingkungan maupun kelembagaan berupaya diminimalisir, baik melalui hukum adat maupun kepercayaan masyarakat setempat.

Ibukota Jawa Barat yaitu Bandung juga terkenal dengan keunikannya yang JUARA! Mengunjungi Babakan Siliwangi yang merupakan hutan di tengah kota (?) pun memberi nuansa tersendiri di tengah hiruk pikuk lalu lintas di jalan raya. Bisa dikata tingkat kreatifitas di Bandung terlalu "keterlaluan!" Tapi yang pasti keunikan Bandung terletak pada peranan ekonomi kreatifnya.

Semenjak bekerja di Daerah Pemilihan Banten tepatnya di Pandeglang, saya kerap berbaur dengan masyarakat sekitar terutama para kelompok tani di daerah. Perjalanan hingga pelosok daerah ditempuh melalui infrastruktur jalan yang belum memadai dan signal jaringan seluler yang kurang mendukung. Kendati demikian, Pandeglang menyimpan potensi luar biasa dalam hal pertanian baik secara umum maupun khusus serta potensi pariwisata yang sangat menjanjikan.

Pandeglang, Banten
Pandeglang, Banten

Kali pertama menginjakkan kaki di Yogyakarta ialah dalam rangka menghadiri konferensi seminar nasional di salah satu Perguruan Tinggi Swasta. Keunikan Yogyakarta diantaranya terletak pada suguhan kuliner ramah di kantong. Saya sempat mengunjungi resto Raminten yang cukup fenomenal. Dikarenakan asal usul pemiliknya, cara melayani dan suguhan menunya.

Setelah Pulau Sulawesi dan Pulau Jawa, saya berkesempatan mengunjungi Pulau Bali. Pulau yang begitu terkenal di mancanegara. Keunikan Bali sesungguhnya terletak pada prinsip “Tri Hita Karana” yang begitu dipegang teguh masyarakatnya. Tentang bagaimana masyarakat menjaga hubungan baik antar manusia, alam dan Tuhan. Sinergi dan kolaborasi yang begitu apik menciptakan keberlanjutan hubungan yang tertata dengan rapi dan baik.

Bali
Bali

Adapun Pulau Sumatera menjadi persinggahan saya dalam rangka pekerjaan. Kali pertama menginjakkan kaki di Sumatera Utara karena terlibat kerjasama dengan Kementerian PUPR dan menginjakkan kaki di Kepulauan Riau karena terlibat kerjasama dengan Kementerian Perindustrian RI.

Sumatera Utara selain Medan dengan keunikan integrasi kereta api di bandara Kuala Namu, pun memiliki Pulau Nias yang sangat mempesona. Saya beruntung pernah menginjakkan kaki di Pulau ini. Tiba di bandara Binaka yang terletak di Gunung Sitoli, saya menempuh perjalanan yang panjang dan berkelok. Tetapi mata terpuaskan oleh pemandangan pantai dan hamparan laut lepas. Seakan memberikan kedamaian di hati dan sanubari. Pulau Nias menyuguhkan panorama yang indah dan kuliner laut yang segar. Selain itu, pertunjukan budaya yaitu lompat batu khas daerah masih terpelihara dengan baik.

Pulau Nias, Sumatera Utara
Pulau Nias, Sumatera Utara

Selanjutnya, Kepulauan Riau memiliki Batam yang khas dengan kawasan industrinya. Keunikan kota ini terletak pada kawasan industri yang menggeliat dan menjadi sumbu roda perekonomian. Jembatan Barelang dan Dendang Melayu pun menjadi obyek wisata yang membuat bagi siapa saja yang pernah datang berkunjung ingin kembali lagi dan menyaksikan secara langsung gugusan pulau berserakan disekitarnya.

Batam, Kepulauan Riau
Batam, Kepulauan Riau

Indonesia memiliki ragam budaya dan beraneka macam keunikan lainnya. Kabar baik ini perlu ditulis, publikasi dan dibagikan kepada masyarakat luas Agar semua semakin tahu dan mau bersama menjaga kelestariannya supaya tetap berlanjut. Yuk, terus peduli dan bagikan kabar baik.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Widuri, Bukan Sekedar Lagu Sebelummnya

Widuri, Bukan Sekedar Lagu

Kisah Kapas Sumba yang Mendunia Selanjutnya

Kisah Kapas Sumba yang Mendunia

Yesi Supartoyo
@yesisupartoyo

Yesi Supartoyo

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.