Memperingati hari kemerdekaan saat ini tidak melulu hanya dengan lomba khas 17-an di lingkungan tempat tinggal kita. Anda yang bertempat tinggal di Jakarta atau yang hendak mengunjungi kota Jakarta, dapat mengunjungi Galeri Nasional, di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, karena mulai 1 Agustus 2016 akan digelar pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan. Dari sekitar 3000 koleksi lukisan Istana Kepresidenan yang tersebar di Istana Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring (Bali) telah dipilih 28 lukisan yang mewakili tema nasionalisme dan kemerdekaan sesuai usulan dari presiden Joko Widodo.

Pameran yang digelar pertama kali ini  khusus untuk meramaikan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Dengan tajuk “17/71: Goresan Juang Kemerdekaan” ini akan menampilkan 28 lukisan koleksi Istana Kepresidenan karya para maestro seni lukis kebanggan Indonesia sejak zaman kolonial, diantaranya Affandi, basoeki Abdulla, Diego Rivera, Gambiranom Suhardi, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, Ida Bagus Made Nadera, Ir. Soekarno. Pameran lukisan ini terbagi menjadi tiga sub tema, yaitu tentang pelopor kemerdekaan, tema sosial-budaya di masa 1940-1950, dan tema nusantara.

Pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan ini akan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2016. Peresmian pameran dilakukan  oleh Presiden Joko Widodo dengan menggoreskan cat akrilik berwarna merah pada pada kanvas putih sebagai simbol dibukanya pameran lukisan yang baru pertama kali digelar ini.

Namun ada yang unik dalam pameran lukisan koleksi Istana Kepresidenan ini. Pengunjung membutuhkan kamera handphone untuk menikmati karya-karya bersejarah tersebut, bukan untuk memotret namun untuk menikmati karya lukisan  dengan teknologi Augmented Reality (AR). Augmented Reality (AR) atau Realitas Tertambah merupakan teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan atau tiga dimensi ke sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. 

 "Pengunjung bisa menikmati karya dengan menggunakan aplikasi AR, membaca katalog, dan membaca narasi yang akan disediakan di tiap-tiap lukisan. Lebih baik konsentrasi membaca daripada memotret," ujar Mikke Susanto, kurator lukisan pameran lukisan Istana Presiden.

Menteri sekretaris Negara, Praktikno, menyebutkan bahwa acara ini merupakan bentuk penghargaan terhadap karya-karya bangsa yang akan menjadi acara rutin ke depan. Dan diharapkan
nanti akan ada juga museum yang dapat menayangkan karya-karya yang sangat berharga seperti ini ini agar bisa dinikmati oleh masyarakat.



Sumber : detik.com seruu.com 
Sumber Gambar Sampul : detik.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu