Lupa Sandi?
Java Jazz Single

Ullen Sentalu, Jendela Budaya Jawa

Aprina Retnaningrum
Aprina Retnaningrum
0 Komentar
Ullen Sentalu, Jendela Budaya Jawa
Ullen Sentalu, Jendela Budaya Jawa

Jogja, banyak sebutan untuk mendeskripsikan betapa istimewanya kota ini. Kota yang dikenal sebagai kota budaya ini memiliki banyak history dan peninggalan bersejarah. Tak hanya itu, banyak objek wisata memukau yang disuguhkan di kota wisata ini. Mulai dari pantai, bukit, candi, hingga museum. Salah satu museum yang wajib dikunjungi di kota Jogja yaitu Ullen Sentalu. Museum ini terletak di kawasan wisata Kaliurang, tepatnya di jalan Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta. Jalan-jalan ke Jogja tak lengkap rasanya kalau tak mengunjungi museum yang nyentrik dan unik ini.

Hawa sejuk dan suasana hening menyelimuti museum ini. Alam pegunungan di sekitarnya seakan memberikan rasa damai. Museum Ullen Sentalu dibangun di atas tanah seluas 1,2 hektar oleh seorang bangsawan Yogyakarta yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga Keraton. Kompleks museum ini dinamakan Dalem Kaswargan atau Rumah Surga. Museum ini didirikan untuk menyimpan dan memperkenalkan benda-benda seni dan budaya Jawa. Beberapa bagian pada museum mencerminkan budaya Jawa. Begitu pula dengan struktur bangunan yang bergaya indis dan post-mo.

Nama Ullen Sentalu berasal dari bahasa Jawa yang merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tatarane Lumaku yang memiliki arti nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Museum yang didirikan oleh keluarga Haryono ini memilili visi sebagai jendela peradaban seni dan budaya Jawa. Sedangkan misi Museum Ullen Sentalu adalah mengumpulkan, mengomunikasikan, dan melestarikan warisan seni dan budaya Jawa yang terancam pudar untuk menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya Jawa.

Sesuai visi dan misinya, museum ini menampilkan kehidupan para bangsawan pada zaman Dinasti Mataram, koleksi batik, dan tokoh raja-raja beserta permaisurinya. Museum ini memiliki beberapa ruang koleksi. Setiap ruangan dipisahkan oleh labirin, kelokan, dan undakan yang memberikan nuansa keindahan. Ada kesan tersendiri saat mengunjungi museum Ullen Sentalu. Suasananya yang magis mampu memberikan kesan eksotis. Dipadu dengan pesona karya seni dan koleksi unik, museum ini mampu menampilkan indahnya budaya Jawa yang luhur.

Baca Juga

Keunikan lain juga tampak dari konsep museum ini yang mengandalkan tour guide. Koleksi-koleksi yang terpampang di museum ini tidak diberi label sehingga wisatawan yang berkunjung ke Museum Ullen Sentalu akan dipandu oleh seorang guide yang akan menjelaskan tentang semua koleksi yang disimpan. Tentunya akan jauh lebih menarik daripada sekadar melihat-lihat koleksi yang sudah diberi label. Inilah yang membedakan Museum Ullen Sentalu dengan museum-museum lainnya. Tak hanya itu, sebagian area museum tidak diperbolehkan untuk didokumentasikan, bahkan dipublikasikan.

Mengunjungi museum ini wisatawan seakan dibawa ke masa lalu. Semua informasi dan filosofi dari setiap koleksi akan diceritakan oleh pemandu secara detail. Satu guide akan memandu rombongan yang terdiri dari sekitar 10-15 orang. Ruangan pertama yang akan dijelajahi wisatawan yaitu Ruang Seni dan Gamelan. Ruangan ini berisi koleksi seperangkat gamelan. Setelah itu wisatawan akan memasuki Ruang Guwa Sela Giri yang berada di bawah tanah. Ruang Guwa Sela Giri merupakan ruang pamer lukisan tokoh-tokoh pada zaman Dinasti Mataram.

Ruangan ketiga disebut Kampung Kambang. Ruangan ini berdiri di atas kolam yang terdiri dari lima bagian, yaitu Ruang Syair, Royal Room Ratoe Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan. Penjelajahan di Museum Ullen Sentalu akan berakhir di koridor Retja Landa yang terletak di outdoor dan memamerkan arca dewa-dewi.

Replika relief Candi Borobudur
Replika relief Candi Borobudur

Tak seperti museum yang lain, di Museum Ullen Sentalu ini wisatawan akan disuguhi minuman spesial yang disebut Wedang Ratoe Mas. Jadi tidak perlu khawatir setelah lelah menjelajahi museum. Menurut cerita, Wedang Ratoe Mas ini merupakan warisan dari Gusti Kanjeng Ratoe Mas yang bisa membuat awet muda.

Di ruang ini wisatawan disuguhi Wedang Ratoe Mas
Di ruang ini wisatawan disuguhi Wedang Ratoe Mas

Untuk mengunjungi Museum Ullen Sentalu, wisatawan domestik dikenai biaya tiket Rp30.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak (usia 5-16 tahun). Sedangkan untuk wisatawan mancanegara dikenai biaya Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak (usia 5-16 tahun). Harga tiket ini sudah termasuk tour guide. Museum ini tutup pada hari Senin, sedangkan untuk hari Selasa-Jumat buka pukul 08.30-16.00 dan hari Sabtu-Minggu buka pukul 08.30-17.00.

Menulis Kabar Baik #2
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG APRINA RETNANINGRUM

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie