Perusahaan energi pelat merah, PT Pertamina mengumumkan ekspansi bisnis ke luar negeri. Pertamina telah mengakuisisi 24,53% saham milik perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom, Senin kemarin (1/8). Pertamina membeli saham tersebut seharga € 4,2 per saham dengan total nilai pembelian mencapai € 200 juta.

Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina menjelaskan, pertimbangan pembelian saham Maurel & Prom tersebut dalam rangka meningkatkan kemandirian energi Indonesia terutama di sektor hulu migas. "Kami tahu upstream kita masih kurang. Demi kemandirian energi itulah Pertamina harus mengembangkan upstream-nya," kata Dwi saat konferensi pers, Senin (1/8).

Denie Tampubolon, Senior VP Upstream Business Development Pertamina menambahkan, salah satu fokus kegiatan di bidang upstream adalah melakukan pengembangan usaha di dalam negeri dan di luar negeri. Bentuk pengembangan bisnis di luar negeri bisa dilakukan dengan caranya mengakuisisi perusahaan yang sudah beroperasi.

Selain itu, ekspansi ke luar negeri dilakukan untuk menunjang kebutuhan pasokan migas di Indonesia yang terus meningkat. Dengan menguasai pasokan migas di luar negeri, maka bisa menambah pasokan di dalam negeri.

Sebagai gambaran, Maurel & Prom memiliki aset tersebar di Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, Amerika Utara, dan Eropa. "Secara teknis akuisisi ini akan memenuhi kriteria dan bisa melengkapi pasokan dalam negeri, secara geografis sesuai yang kami harapkan," jelas Denie.

Saat ini, Maurel & Prom yang tercatat di bursa saham Prancis dan memiliki produksi berkisar 24.000 barel oil per day (bopd) dengan target produksi tahun ini mencapai 30.000 bopd dari tiga blok produksi yang rata-rata berada di Afrika seperti blok Gabon, Nigeria, dan Tanzania.

Pertamina mengklaim seluruh produksi minyak Maurel & Prom tersebut nantinya bisa diolah di kilang-kilang Pertamina di dalam negeri. Sementara itu, cadangan minyak terbukti dan mungkin pasti (P2) milik Maurel & Prom mencapai 205 juta barel yang berasal dari Gabon dan Tanzania. Di luar tiga blok tersebut, Maurel & Prom juga mengelola aset di Kanada, Italia, Prancis, Myanmar, Namibia, dan Kolumbia.

Pinjaman luar negeri

Dengan akuisisi tersebut, Dwi menyatakan akan menjadi langkah awal strategis bagi Pertamina untuk menjadi perusahaan global. Tak hanya mengambil bagian di Maurel & Pro, Pertamina berambisi menjadi pemegang saham mayoritas dengan cara mengakuisisi seluruh saham Maurel & Prom yang masih dimiliki investor lain.

Nilai seluruh aset Maurel & Prom mencapai € 891,8 juta. Denie membenarkan tentang adanya rencana Pertamina mengakuisisi seluruh saham Maurel & Prom. Adapun waktu yang dianggap tepat untuk mengakuisisi seluruh saham perusahaan Prancis tersebut rencananya dilakukan awal November 2016 atau paling lambat Awal Desember 2016.

Mengenai sumber dana akuisisi saham Maurel & Prom tersebut, Pertamina menyatakan akan menggunakan utang luar negeri, yang dilakukan melalui Pertamina Internasional EP (PIEP). Belum diketahui siapa pihak yang telah mengucurkan dana pinjaman tersebut, termasuk bunga maupun tenor pinjamannya.

Perlu diketahui, untuk biaya eksplorasi aset-aset milik Maurel & Prom, membutuhkan dana € 30 juta- € 40 juta. Dana tersebut untuk modal eksplorasi selama tiga hingga lima tahun. Dwi menegaskan, meskipun akuisisi ini menelan dana besar tidak akan mengurangi investasi Pertamina di dalam negeri. "Kilang dan perkembangan upstream di dalam negeri tetap jadi prioritas kami," katanya.

Sumber : Kontan.co.id (Febrina Ratna Iskana)
Sumber Gambar Sampul : Panoramio - Ikung Adiwar

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu