Dengan Start Up, Ciptakan Solusi Untuk Negeri

Dengan Start Up, Ciptakan Solusi Untuk Negeri
info gambar utama

Di era serba digital ini, pemerintah terus berupaya mengimbangi pemanfaatan teknologi di daerah -daerah yang tertinggal. Upaya itu diwujudkan dengan membentuk program Solusi Desa Broadband Terpadu (SDBT). Kementrian Komunikasi dan Informatika membentuk program tersebut dengan menyasar 500 desa tertinggal di Indonesia.

Program yang diresmikan pada 15 April lalu ini merupakan kompetisi dalam mencari 6 start up terbaik dari seluruh negeri. Keenam Start Up terpilih akan diimpelmentasikan demi memberikan solusi pada permasalahan desa tertinggal dan perbatasan.

Beberapa proses dijalankan secara terpadu dalam program SDBT, mulai dari pengembangan solusi, penerapan, hingga pembinaan dan pendampingan yang mengikutsertakan komponen profesional dan masyarakat lokal. SDBT ditujukan untuk desa tertinggal, meliputi desa nelayan, desa pedalaman, dan desa pertanian.

“Mudah-mudahan hasil karya anak bangsa bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini dan Kemenkominfo, agar bisa memberdayakan perekenomian di daerah perbatasan, meningkatkan kesejahteraan, dan keamanan,” ungkap Ade Erdiana Erlangga, Ketua Pelaksana Pameran Sart Up SDBT pada selasa (2/8) lalu sebagaimana dilansir dari laman beritasatu.com.

Saat ini telah terpilih 23 start up yang akan menjalani tahap penjurian final. Final akan dilaksanakan dalam dua tahapan pada 2 – 3 Agustus ini. Tahap pertama, para peserta memamerkan solsusinya di tiap – tiap booth yang disediakan. Tahap kedua, para peserta akan mempresentasikan programnya kemudian juri akan menentukan 6 peserta dengan program dan solusi terbaik.

Direktur Pengembangan Pita Lebar, Kementerian Kominfo, Ismail, mengungkapkan SDBT ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, meningkatkan hasil produksi mata pencaharian di desa. Kedua, memastikan ketika terjadi hal yang membahayakan masyarakat dapat menghubungi pihak berwenang secara real-time, termasuk soal isu kesehatan, keamanan, keselamatan dasar, dan bencana alam. Ketiga, meningkatkan kualitas hidup masyarakat di bidang perdagangan, pendidikan, dan komunikasi.

"Implimentasinya tahun 2017 yang akan kita terapkan di wilayah yang sudah terjangkau dengan jaringan 3G dulu. Penerapannya juga kita tidak bisa berjalan sendiri, kita akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk solusi broadband untuk desa ini," terang Ismail sebagaimana dikutip dari viva.co.id.




Sumber :

viva.co.id

beritasatu.com
Sumber Gambar Sampul :

dailysocial.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini