Permainan Kodok Karya Mahasiswa Universitas Trunojoyo Ini Jadi Runner Up di Seattle

Permainan Kodok Karya Mahasiswa Universitas Trunojoyo Ini Jadi Runner Up di Seattle

Permainan Kodok Karya Mahasiswa Universitas Trunojoyo Ini Jadi Runner Up di Seattle

Mungkin tidak ada yang menyangka sebelumnya bahwa permainan kodok yang terpampang dalam sampul diatas adalah hasil perjuangan anak Indonesia di ajang kompetisi tingkat internasional. Permainan yang bernama Froggy and The Pesticide tersebut merupakan karya dari sekelompok mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Berangkat sebagai salah satu wakil Indonesia, para mahasiswa yang tergabung dalam tim None Developers meraih Runner-up berkat karya permainan edukasi tersebut untuk kategori Games dalam ajang Imagine World Cup 2016. Sebuah kompetisi yang mewadahi kreatifitas berbasis teknologi dari para pelajar dan mahasiswa dari seluruh dunia.

None Developers, sebelumnya meraih juara pertama dalam kategori yang sama saat mempresentasikan game bertema kodoknya tersebut di Imagine Cup 2016 tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta April yang lalu. Tim yang datang dari Madura tersebut berangkat ke ajang pamungkas Imagine Cup, sesi Semifinal Imagine Cup 2016 di Seattle Amerika Serikat bersama tim dari Indonesia lainnya, Garuda45 yang mengusung aplikasi kesehatan deteksi tuberkulosa untuk kategori World Citizenship dan tim Hoome Studio untuk kategori Innovation.

Baca juga: Jauh-jauh dari Inggris, Aplikasi Deteksi Tuberculosis Karya Anak Bangsa Juarai Imagine Cup 2016

Dari tiga wakil Indonesia tersebut ternyata yang berhasil lolos ke babak final hanyalah tim None Developers yang berangggotakan Anwar Fuadi, Dany Achmad, Astu Masrundi dan Mas Kholiq itu. Hingga akhirnya pada 29 Juli yang lalu secara resmi dinobatkan sebagai peraih juara kedua dalam babak Final Imagine Cup 2016 dan berhak membawa pulang hadiah sebesar USD10.000. Juara pertama dari kategori Games pada tahun ini adalah tim PH21 yang datang dari Thailand.

Anggota tim None Developers (Foto: Imagine.com)
Anggota tim None Developers (Foto: Imagine.com)

Froggy and the Pesticide yang dikembangkan oleh None Developers merupakan sebuah permainan yang didesain untuk menanamkan kesadaran lingkungan. Melalui permainan tesebut, empat pemdua Indonesia ini berusaha memberikan edukasi tentang kebaikan penggunaan biopestisida dan mengajak untuk menjauhi pestisida kimiawi. Permainan edukasi ini telah tersedia untuk perangkat berbasis Android melalui Playstore dan Windows.

Tampilan permainan Froggy and The Pesticide (Foto: play.google.com)
Tampilan permainan Froggy and The Pesticide (Foto: play.google.com)

Kemenangan Indonesia diajang Imagine Cup 2016 sejatinya telah meneruskan tradisi Merah Putih untuk berkibar dalam kompetisi yang diselerenggarakan oleh perusahaan salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, Microsoft. Bahkan tim None Developers rupanya dibimbing oleh anak bangsa lain yang juga peraih Runner-up kompetisi yang sama pada tahun 2013 di Rusia.

Imagine Cup merupakan kompetisi tahunan yang selalu mengundang pelajar/mahasiswa dari seluruh dunia untuk menciptakan karya berbasis teknologi. Pada tahun ini terdapat 57 tim yang berangkat ke Seattle dalam rangka semi final tahun 2016 untuk kategori World Citizenship. Sedangkan untuk kategori Games terdapat 47 tim dan untuk katergori Innovation terdapat 54 tim dari seluruh dunia .

Baca juga: Anak-anak Bangsa Menoreh Prestasi di Kompetisi Teknologi Internasional Imagine Cup 2016

Steven Guggenherimer, Corporate Vice President, Developer Experience & Evangelism and Chief Evangelist Microsoft mengatakan, Microsoft percaya atas kekuatan yang dapat menghubungkan anak-anak muda dengan teknologi.

"Kami ingin membantu mereka untuk dapat terus bermimpi, membangun kreativitas dan merealisasikan ide menjadi kenyataan," ujarnya seperti dikutip dari Okezone.

Vice President Worldwide Education Microsoft, Anthony Salcito menambahkan, “Di Microsoft, kami percaya teknologi dapat memainkan peranan besar dalam proses belajar mengajar, menciptakan dampak langsung serta jangka panjang bagi para pelajar," paparnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa kompetisi tersebut merupakan wujud nyata dari keyakinan yang dimiliki oleh Microsoft. "Kompetisi Imagine Cup telah menjadi contoh bagaimana orang dapat melakukan hal-hal luar biasa ketika teknologi berada dalam jangkauan mereka," tambahnya.

Sumber : Okezone
Sumber Gambar Sampul : play.google.com

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih17%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Penampakan Eksterior dan Interior MRT Jakarta Sebelummnya

Inilah Penampakan Eksterior dan Interior MRT Jakarta

Benteng  Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo Selanjutnya

Benteng Ulantha, Tempat Favorit Penikmat Senja di Gorontalo

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://bagusramadhan.id

Seorang copywriter dan penulis konten yang berusaha menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.