Perhelatan olahraga tingkat dunia Olimpiade 2016 yang berada di Rio de Janeiro, Brasil sedang berlangsung. Indonesia negara peserta tidak hanya datang dengan kontingen atlet yang bertanding, tetapi juga mengirim satu nama sebagai pengadil pertandingan pada cabang olahraga Taekwondo. Menariknya wasit yang mewakili Tanah Air itu adalah seorang perempuan dan menjadi yang wasit perempuan pertama yang dikirim Indonesia. Siapa dia?

Rahadewi Neta namanya, perempuan kelahiran Surabaya 23 Mei 1984 merupakan sosok yang akan memimpin beberapa pertandingan Taekwondo di ajang olahraga paling bergengsi tersebut. Untuk menjadi wasit resmi Olimpiade, dirinya harus melalui proses seleksi ketat selama berbulan-bulan yang dilakukan oleh World Taekwondo Federation (WTF).

Dalam proses seleksi, WTF memilih 500 wasit yang kemudian dipilih 100 wasit yang memiliki ranking paling tinggi. Proses seleksi tahap awal dilakukan di Fujairah, Uni Emirat Arab. Syukurlah, setelah proses panjang tersebut Rahadewineta akhirnya resmi menjadi wasit wanita pertama dari Indonesia yang dipercaya untuk menjadi pengadil cabang Olimpiade.

"Total 11 bulan saya harus melewati proses seleksi untuk lolos sampai akhir. Saya tidak ingat persis berapa orang yang diseleksi. Kira-kira 100 orang," ujar Neta begitu dirinya akrab disapa seperti dikutip dari Liputan6.

Memutuskan banting setir untuk menjadi wasit sejatinya tidak direncanakan oleh Neta, sebab keputusan tersebut dilakukan sesaat setelah dirinya gagal berpartisipasi dalam Olimpiade 2008 di Beijing. Pada mulanya, Neta hanya mendapat lisensi wasit Nasional hingga setahun kemudian dirinya berhasil mendapat lisensi internasional. Dirinya bertekad untuk berpartisipasi dalam Olimpiade dengan jalur yang berbeda, menjadi wasit.

Neta mengakui, pengalaman menjadi atlet turut membantunya dalam proses mengambil lisensi wasit internasional tersebut. "Karena saya mantan atlet, jadi saya enggak jiper (minder)," ujarnya.

Keputusan Neta itu kini tidak sia-sia. Sampai saat ini dirinya telah memegang setidaknya tiga sertifikat wasit tingkat internasional. Dirinya pun pernah dinobatkan jadi wasit terbaik di tiga kejuaraan Taekwondo tingkat dunia.

Terkait dengan tugasnya sebagai wasit Olimpiade, Neta menuturkan bahwa selama Olimpiade berlangsung akan ada sekitar 30 wasit yang bertugas dan setengahnya adalah perempuan. Meski menjadi wasit perempuan pertama dari Indonesia, dirinya mengaku bahwa dirinya bukanlah satu-satunya wasit yang berasal dari Benua Asia dalam Olimpiade kali ini.

"Selain saya ada 15 orang wasit wanita yang juga akan memimpin di sana. Karena WTF sekarang mengutamakan equality (kesetaraan)," ungkap wasit yang akan bertugas pada tanggal 12 sampai 17 Agustus mendatang tersebut.

Menjadi wasit, artinya Neta harus merahasiakan setiap pertandingan yang dia pimpin. Tidak hanya itu, oleh WTF dirinya juga dilarang untuk menjadi pengadil bagi atlet-atlet yang berasal dari Asia.

"Karena itu sudah peraturan WTF. Di sana pun saya tidak diperbolehkan memimpin pertandingan atlet Asia karena saya berasal dari Asia juga," ujar perempuan yang sempat menjadi atlet nasional Taekwondo itu.

Neta merupakan anak bangsa yang lahir dari keluarga atlet, Rahadewineta mulai belajar Taekwondo pada 1993. Tiga tahun setelahnya, dia meraih medali emas di ajang Marinir Cup di Surabaya. Seiring berjalannya waktu prestasi Neta terus bertambah di berbagai ajang, baik regional, nasional maupun internasional seperti kemenangannya meraih medali perak di Amerika Terbuka tahun 2008 dan SEA Games Laos 2009.

Rahadewineta merupakan sosok yang membuktikan bahwa Indonesia juga dapat menjadi negara yang menentukan keberlangsungan Olimpiade. Tidak hanya menjadi peserta tetapi juga berperan sebagai pengadil pertandingan adalah sesuatu yang istimewa bagi perempuan yang pernah meraih medali perak pada Amerika Terbuka di Oregon tahun 2008 lalu itu, tetapi juga menjadi sesuatu yang istimewa bagi Indonesia yang tahun ini mengirim 25 atlet untuk bertanding di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Selamat berjuang anak-anak bangsa.

Sumber : Liputan6
Sumber Gambar Sampul :Bambang / Indopos

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu