Lupa Sandi?

Inovasi Berbasis Web untuk Belajar Bahasa Isyarat

Isniyah Zulfah
Isniyah Zulfah
0 Komentar
Inovasi Berbasis Web untuk Belajar Bahasa Isyarat

Di tengah perkembangan teknologi saat ini, semua hal menjadi serba digital adalah hal yang sangat mungkin. Banyak solusi-solusi untuk keperluan manusia sehari-hari dikembangkan dalam bentuk digital demi kemudahan dan kepraktisan penggunaan. Perkembangan teknologi juga diharapkan dapat membuat kualitas hidup dan kehidupan manusia Indonesia menjadi lebih baik, tanpa terkecuali  untuk orang-orang yang berkebutuhan khusus, contohnya penyandang tuna rungu-wicara.

Para penyandang tuna rungu-wicara kerap kali mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.  Penggunaan bahasa isyarat yang belum umum di masyarakat adalah salah satu alasan yang menyebabkan kesulitan tersebut muncul. Selain sosialisasi dari organisasi tunarungu ke masyarakat harus ada usaha lain untuk memudahkan sosialisasi ini kepada masyarakat luas.
Kemajuan teknologi-komunikasi akhirnya mampu menjawab kegelisahan banyak orang, terutama penyandang tuna rungu-wicara. Sebuah inovasi teknologi berjudul  i-CHAT menjadi jawaban untuk media pembelajaran penyandang tuna rungu-wicara. Aplikasi dan portal i-CHAT adalah bagian dari program Corporate Social Responsibility TELKOM yang sebenarnya sudah diluncurkan sejak tahun 2010 lalu. Tujuannya menyediakan media interaktif bagi kalangan tunarungu, sehingga dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan saling bertukar ilmu pengetahuan dengan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan saling bertukar ilmu pengetahuan dengan metode bahasa isyarat (sign language) dan membaca gerak bibir(speech reading).

Aplikasi dan portal i-CHAT kependekan dari I Can Hear And Talk adalah sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran bahasa dan semua orang dapat dengan mudah menggunakannya untuk kebutuhan berkomunikasi, terutama kalagan penyandang tunarungu-wicara.

i-CHAT diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya para guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu dan orang tua, dalam proses pembelajaran bahasa bagi anak berkebutuhan khusus dalam hal pendengaran di Indonesia. Sasaran akhir dari aplikasi dan portal i-CHAT adalah tersedianya media bagi komunitas Tunarungu di Indonesia untuk berinteraksi, saling berbagi ilmu dan pengetahuan dan  menjadi sarana pendukung aktifitas sehari-hari khususnya dalam hal berkomunikasi. i-CHAT juga dibuat untuk membantu siswa-siswa tunarungu di SLB untuk terus meningkatkan kemampuan berbahasa mereka, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya dan memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Baca Juga

Aplikasi i-CHAT dikembangkan oleh Telkom, Universitas Pendidikan Bandung dan SLB Cicendo. Saat ini program i-CHAT terdiri dari 9 (sembilan) modul, yakni: Kamus, Abjad Jari, Bilangan, Tematik, Susun Kalimat, Latihan & Game, Forum, Artikel, BISINDO, serta dilengkapi dengan video bahasa isyarat (sign language video) dan membaca gerak bibir (speech reading video). Modul-modul tersebut akan terus dikembangkan menjadi aplikasi pendidikan dan metode pembelajaran yang lebih menarik untuk tunarungu. Semua itu dapat anda akses online maupun offline. Untuk online anda tinggal mengakses website i-CHAT di www.i-chat.org. Untuk akses offline, anda bisa melakukan instalasi program i-CHAT di komputer dengan mengunduh dulu di website i-CHAT. Akses untuk i-CHAT bisa anda dapatkan tanpa biaya apapun.

Dengan berkembangnya era smartphone di Indonesia, i-CHAT memiliki kelebihan, yakni sesuai dengan kondisi masyarakat yang saat ini sangat bergantung kepada internet. Namun, pengembangan dalam bentuk aplikasi berbasis sistem android dapat menjadi pilihan yang lebih efektif untuk masyarakat Indonesia. Sehingga harapan menjadi lebih luasnya penggunaan bahasa isyarat dapat segera terwujud.

Selain itu, penting sekali bagi keluarga yang memiliki anak atau saudara penyandang tuna rung-wicara untuk terus memberi dorongan untuk terus belajar. Mengenal dunia sosial sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik juga psikisnya. Karena keterbatasan dalam hal berkomunikasi bukan berarti tidak ada cara untuk belajar berinteraksi. Kecanggihan teknologi telah menghadirkan ide-ide yang keatif dalam menciptakan media baru. Memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mendapatkan beragam informasi baru akan sangat membantu rutinitas sehari-hari.


Sumber :

id.i-chat.org 

www.telkom.co.id 

cnnindonesia.com


Sumber Gambar Sampul :
www.theodysseyonline.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ISNIYAH ZULFAH

A learner. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara